Begini Bentuk Dukungan BI terhadap Program 3 Juta Rumah
Bank Indonesia (BI) menyambut baik Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan oleh pemerintahan Presiden Prabowo-Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
(IDX-Channel) 20/11/24 15:50 1439
IDXChannel - Bank Indonesia (BI) menyambut baik Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan oleh pemerintahan Presiden Prabowo-Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Sebab, angka kekurangan perumahan masih tinggi.
"Program 3 Juta Rumah kami sambut baik karena perumahan kita memang backlog-nya masih tinggi," ujar Deputi Gubernur BI Juda Agung dalam konferensi pers, Jakarta, Rabu (20/11/2024).
Juda menerangkan, peran BI dalam mendukung Program 3 Juta Rumah adalah dari sisi insentif likuiditas kepada bank yang menyalurkan kredit sektor perumahan dan konstruksi secara keseluruhan.
"Ada empat sektor yakni konstruksi, real estate, KPR, dan KPA," kata dia.
Kemudian yang kedua yakni dari sisi Loan To Value (LTV) pada proses pengajuan kredit properti yang masih dilonggarkan hingga 100 persen. Artinya, uang muka (down payment/DP) bisa sebesar 0 persen.
"LTV kita 100 persen atau DP kita masih 0 persen. Artinya memang membuka itu, kita masih sangat longgar tidak ada DP. Bahkan, bank bisa berikan kredit dengan DP 0 persen," kata Juda.
Sebagai informasi, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Wamen PKP Fahri Hamzah meminta tambahan anggaran tahun 2025 kepada Kementerian Keuangan. Nilai yang diajukan adalah sebesar Rp48 triliun.
Maruarar menuturkan, setidaknya ada beberapa program bidang perumahan yang akan dilaksanakan. Di samping itu, ada pula kebutuhan dana yang diusulkan guna mendukung Program 3 Juta Rumah untuk masyarakat.
"Kami mengharapkan dukungan dan masukan dari Kementerian Keuangan terkait dengan usulan program dan kebutuhan anggaran Kementerian PKP," kata Maruarar dalam keterangan resmi, Sabtu (16/11/2024).
Pada kesempatan itu, pria yang akrab disapa Ara itu juga meminta kepada Kemenkeu agar mengirimkan pegawai serta pejabat yang berkompeten untuk membantu serta menduduki jabatan di Kementerian PKP. Hal itu dilakukan agar pelaksanaan program perumahan yang sudah direncanakan dapat terkoordinasi dengan baik serta mendapatkan dukungan pengawasan dari Kementerian Keuangan.
Dia mengatakan, saat ini jumlah anggaran yang tersedia untuk 2025 hanya Rp5,1 triliun. Sementara berdasarkan usulan Satgas Perumahan, kebutuhan dana pembangunan rumah Rp53,6 triliun, sehingga ada kebutuhan tambahan anggaran sekitar Rp48,4 Triliun.
"Kami berharap dukungan Kemenkeu dalam penganggaran Kementerian PKP," kata dia.
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan Kemenkeu siap memberikan dukungan terhadap berbagai program perumahan prorakyat seperti Program 3 Juta Rumah. Dia menilai itu diperlukan karena sektor properti dapat membuka keran investasi sekaligus mendorong berjalannya sektor industri dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat luas.
"Kami akan berkoordinasi lebih lanjut mengenai kebutuhan anggaran yang diperlukan (PKP)," kata Suahasil.
(Dhera Arizona)
#program-3-juta-rumah #bank-indonesia #bi
https://www.idxchannel.com/banking/begini-bentuk-dukungan-bi-terhadap-program-3-juta-rumah