Makan Bergizi Gratis: Pemerintah Terbuka jika Orang Tua Mau Sumbang - Kompas.com

Makan Bergizi Gratis: Pemerintah Terbuka jika Orang Tua Mau Sumbang - Kompas.com

Jubir Kantor Komunikasi Kepresidenan menyebut, pemerintah terbuka jika ada orang tua yang ingin memberi sumbangan dalam program makan bergizi gratis. Halaman all

(Kompas.com) 10/01/25 11:29 15702

KOMPAS.com - Sebuah unggahan yang membagikan foto tangkapan layar berisi informasi bahwa pemerintah daerah (pemda) dan orang tua diajak untuk menyumbang program makan bergizi gratis (MBG) beredar di media sosial.

Unggahan tersebut dibagikan oleh pengguna akun X @ARSIPAJA pada Rabu (8/1/2025) dan mengundang lebih dari 1.000 komentar.

Sebagian warganet bertanya-tanya mengapa pemerintah masih menggalang sumbangan. Sebab, program makan bergizi gratis dipahami telah dialokasikan dana sebesar Rp 71 Triliun dari APBN.

Lantas, benarkah orang tua dan pemda dimintai sumbangan untuk program MBG?

Penjelasan kantor kepresidenan

Saat dimintai tanggapan, Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Ujang Komarudin, menegaskan tidak ada aturan yang mewajibkan orang tua memberikan sumbangan untuk program makan bergizi gratis.

Namun, Pemerintah juga tidak melarang apabila ada orang tua yang mau atau ingin membantu asalkan transparan dan tidak menyalahi aturan.

"Selama tidak ada aturan, boleh-boleh saja orang tua membantu. Misalkan, saya ingin menyumbang. Itu memang boleh. Program ini kan sistem gotong royong. Artinya, ada kepedulian dari rakyat, orang tua bisa menyumbang dalam program yang baik ini," jelas Ujang kepada Kompas.com, Kamis (9/1/2025).

Dia melanjutkan, sekolah pada dasarnya tidak akan menolak apabila ada orang tua yang ingin menyumbang. Ia mencontohkan, orang tua dipersilakan jika ingin menyediakan 100 porsi makanan untuk MBG.

Sementara mengenai peran pemda, menurut Ujang, beberapa pemerintah daerah telah menganggarkan dana di luar APBN untuk mendukung program makan bergizi gratis.

Ia mengatakan, penganggaran tersebut adalah bentuk dari kepedulian masing-masing pemda untuk membantu menyukseskan salah satu program prioritas dari pemerintahan pusat tersebut.

"Memang sudah banyak, seperti Pemda Majalengka yang menganggarkan Rp 5 miliar, Pemprov DIY Rp 45 miliar, lalu Pandeglang Rp 7,6 miliar. Itu kan sesuatu yang positif pemba membantu program prioritas," ujarnya.

Ujang menuturkan, pada prinsipnya semua pihak ingin turut berkontribusi menyukseskan MBG, yang salah satu tujuan utamanya untuk mencetak generasi emas Indonesia pada 2045.

Anggaran makan bergizi gratis

Pemerintah menetapkan anggaran Badan Gizi Nasional (BGN) untuk melaksanakan program MBG sebesar Rp 71 triliun. Dana ini digunakan sampai dengan bulan Juni 2025.

Sebelum program ini resmi dimulai pada Senin (6/1/2025), uji coba telah dilakukan di sejumlah daerah menggunakan uang pribadi Prabowo sebelum dia dilantik sebagai Presiden RI.

Aliran dana tersebut lalu disetop ketika progam resmi digelar.

Untuk anggaran per porsi makanan, pemerintah semula menetapkan sebesar Rp 15.000 sebelum diubah menjadi Rp 10.000 karena keterbatasan dana.

"Kita ingin Rp 15.000, tapi kondisi anggaran memungkinkan Rp 10.000. Itu sudah cukup bermutu dan bergizi," ujar Prabowo, dalam konferensi pers, dilansir dari Kompas.com, Rabu.

Masalah dana tampaknya masih berlangsung hingga saat ini. BGN mengungkapkan, anggaran yang dihabiskan pemerintah per hari untuk pelaksanaan MBG sebesar Rp 1,2 triliun, sehingga ada kemungkinan melebihi alokai awal.

Terpisah, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memprediksi, total anggaran yang dibutuhkan hingga Desember 2025 bisa mencapai Rp 420 triliun.

"Kalau seluruhnya dilaksanakan, anggarannya lebih dari Rp 400 triliun. Sekarang anggarannya Rp 71 triliun sampai Juni 2025," ungkapnya.

Dia menambahkan, kini BGN tengah berupaya mendapatkan tambahan anggaran mulai Juli 2025 sebesar Rp 140 triliun.

(Sumber: Kompas.com/Maya Citra Rosa)

#makan-bergizi-gratis #anggaran-makan-bergizi-gratis #mbg #program-makan-bergizi-gratis

https://www.kompas.com/tren/read/2025/01/10/112900965/makan-bergizi-gratis-pemerintah-terbuka-jika-orang-tua-mau-sumbang