Soal Protein Ikan, Badan Gizi: Sesuatu yang Baik Akan Kita Akomodasi

Soal Protein Ikan, Badan Gizi: Sesuatu yang Baik Akan Kita Akomodasi

Kepala Badan Gizi menegaskan bahwa protein ikan tidak sama dengan susu yang dihasilan oleh hewan mamalia. Halaman all

(Kompas.com) 17/09/24 14:00 17476

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana mengatakan, semua ide untuk makanan bergizi rakyat Indonesia akan diakomodasi, termasuk penggunaan susu ikan sebagai pengganti susu sapi.

Hal ini disampaikan Dadan usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar secara tertutup bersama Komisi IX DPR, RI, Selasa (17/9/2024).

“Gini-gini, sesuatu yang baik ini akan kita akomodir ya, di daerah yang memang susunya mudah bisa diisi dengan susu,” kata Dadan saat ditemui di Kompleks Parlemen, Selasa.

Namun, menurut Dadan, kondisi ini juga disesuaikan dengan ketersediaan susu yang diperoleh dari hewan mamalia yang ada di daerah.

Menurut dia, kalau memang tidak tersedia, protein dari bahan lain setara susu dimungkinkan untuk menjadi pengganti.

“Di daerah yang banyak telur, susunya kita bisa ganti dengan telur. Kemudian kalau di daerah yang banyak ikan, protein ikan mungkin bisa menggantikan atau bisa mengisi kelengkapan gizinya gitu, bukan menggantikan, melengkapi,” kata Dadan.


Namun demikian, Kepala Badan Gizi menegaskan bahwa susu ikan tidak sama dengan susu yang dihasilan oleh hewan mamalia.

Namun, kandungan dari protein ikan bisa dijadikan pelengkap untuk kebutuhan susu dalam program makan bergizi.

“Saya harus sampaikan bahwa itu protein ikan, bukan susu ikan. Karena ikan kan tidak punya susu, kecuali lumba-lumba dan paus ya, yang mamalia menghasilkan susu,” kata Dadan.

“Tapi itu kan yang disebut dengan susu ikan itu sebetulnya adalah hasil hidrolisis dari ikan. Jadi itu sebetulnya protein ikan, bukan susu ikan,” ucap dia.

#susu-ikan #makan-bergizi-gratis

https://nasional.kompas.com/read/2024/09/17/15481051/soal-protein-ikan-badan-gizi-sesuatu-yang-baik-akan-kita-akomodasi