Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis, Prabowo: Saya Jamin Dananya Ada untuk Semua Anak Indonesia
Presiden Prabowo meminta kepada para guru dan siswa untuk tidak lagi menyampaikan ucapan terimakasih kepadanya atas program MBG.
(Kompas.com) 20/01/25 13:20 19679
SUMEDANG, KOMPAS.com - Presiden Prabowo Subianto menjamin anggaran untuk pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) bagi seluruh anak Indonesia tersedia.
Hal itu ia sampaikan saat ditanya soal evaluasi program MBG yang telah dimulai sejak 6 Januari 2025.
"Ini proyek yang sangat besar, tidak ringan, fisiknya tidak ringan. Tapi saya jamin dana-nya ada. Saya jamin dananya ada untuk semua anak-anak Indonesia yang makan," ujar Prabowo di Kompleks PLTA Jatigede, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Senin (20/1/2025).
"Dan yang sudah tidak perlu makan ya enggak apa-apa. Beri jatahnya kepada yang perlu," tegasnya.
Dalam penjelasannya, Presiden meminta kepada para guru dan siswa untuk tidak lagi menyampaikan ucapan terimakasih kepadanya atas program MBG.
Menurut Prabowo program itu sudah menjadi kewajiban untuk digagasnya sebagai Kepala Negara.
"Ini kewajiban saya sebagai Presiden. Ini kewajiban saya. Jadi tidak perlu ucapkan terima kasih kepada saya. Anak-anak diajarkan (saja) hormati orangtua, hormati guru. Kemudian belajar dengan baik. Kita di sini tidak cari nama. Yang kita ingin adalah yang terbaik untuk bangsa Indonesia," ungkap Prabowo.
"Jadi saya tidak perlu lagi. Saya terima kasih. Jangan terima kasih kepada Prabowo Subianto. Ini adalah kewajiban kami. Kami dipilih oleh rakyat Indonesia untuk bekerja demi rakyat," tambah mantan Menteri Pertahanan itu.
Perhitungan anggaran MBG
Diberitakan sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengatakan, pihaknya memproyeksikan program makan bergizi gratis (MBG) memerlukan tambahan anggaran sebesar Rp 100 triliun.
Besaran anggaran itu diperkirakan sudah cukup untuk memenuhi sasaran program MBG sebanyak 82,9 juta penerima hingga akhir 2025.
Dadan mengungkapkan, Presiden merasa gelisah karena menerima laporan bahwa banyak anak belum bisa mendapatkan manfaat program MBG.
Sehingga Presiden Prabowo memikirkan percepatan pelaksanaan MBG sekaligus mencari cara untuk menambah anggarannya.
"Pak Presiden gelisah karena banyak anak yang belum mendapatkan (makan bergizi). Itu artinya beliau sedang memikirkan untuk mempercepat proses ini, sehingga di akhir 2025 82,9 juta itu (penerima) bisa segera mendapatkan manfaat itu. Artinya pasti beliau sedang memikirkan tambahan anggaran," ujar Dadan usai mengikuti rapat terbatas yang membahas MBG bersama Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (17/1/2025) sebagaimana dilansir siaran YouTube Kompas TV.
"Kalau dari hitungan Badan Gizi, kalau tambahan itu terjadi di September, sebetulnya Rp 100 triliun sudah cukup untuk memberi makan 82,9 juta (penerima manfaat)," katanya.