Cegah Makanan Terbuang, Murid SLB 5 Jakarta Diperbolehkan Bawa Pulang Sisa Menu Makan Bergizi Gratis
Para murid SLB Negeri 5 Jakarta diperbolehkan membawa sisa makanan MBG untuk dikonsumsi kembali di rumah sehingga tidak ada makanan yang terbuang. Halaman all
(Kompas.com) 21/01/25 12:51 20361
JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 5 Jakarta, Hani Rustisiani menyampaikan, sisa makanan yang tersaji dalam program makan bergizi gratis (MBG) bisa dibawa pulang para murid ke rumah apabila mereka tidak menghabiskannya.
Hal itu dilakukan agar sisa makanan bisa dimakan kembali oleh para murid setelah mereka pulang sekolah sehingga tak ada makanan yang terbuang.
“Dibawa (makanannya). Mereka kan bawa tempatnya itu sendiri, terus pulang,” kata Hani kepada wartawan, Selasa (21/1/2025).
Hani berujar, sejak masa uji coba MBG pada November 2024, murid SLB Negeri 5 Jakarta masih dalam proses menyantap menu yang disajikan.
“Ketika awal-awal, ada yang lama makannya, ada yang hanya makan nasinya sama lauknya, sayurnya tidak suka,” ungkap Hani.
Lambat laun, para murid akhirnya bisa menghabiskan santapan sayur yang tersaji dalam menu MBG.
Di lain sisi, pemberian susu juga masih dalam proses evaluasi untuk bisa rutin diterima murid SLBN 5 Jakarta.
Pasalnya, susu yang pernah dikirimkan pada masa uji coba sempat mengandung terlalu banyak glukosa.
Kandungan itu dinilai tidak baik untuk para murid berkebutuhan khusus sehingga Hani sempat menghadap pemerintah untuk meminta produk susu diganti dengan yang lebih murni.
“Kami juga sudah sampaikan bahwa anak-anak autis itu tidak boleh susu cokelat dan tidak boleh banyak glukosa, makanya kami evaluasi,” ujar Hani.
Saat ini, gizi pada susu digantikan pada protein yang bisa diperoleh dari kedelai berbentuk tahu atau tempe.
Sebelumnya diberitakan, sebanyak 197 siswa SLB Negeri 5 Palmerah, Jakarta, menerima MBG, Selasa (21/1/2025).
Pembagian MBG ini ditinjau langsung oleh Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti dan Juru Bicara Kantor Kepresidenan RI Philips J Vermonte.