Ibu-ibu PKK di Buleleng Masak Jam 3 Pagi demi Makanan Bergizi Gratis
Para siswa SDN 1 Sumberklampok di Sumberklampok, Buleleng, Bali terlihat antusias menyantap makanan. Namun di balik itu ada usaha keras ibu-ibu PKK. Halaman all
(Kompas.com) 26/11/24 07:29 2394
BULELENG, KOMPAS.com - Puluhan siswa SD Negeri 1 Sumberklampok di Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali terlihat antusias menikmati makanan mereka.
Makanan yang disajikan berupa satu porsi kotak yang terdiri dari nasi putih, ayam suwir, tempe goreng, sayur tumis, serta buah semangka.
Setelah menyantap hidangan utama, para siswa juga diberikan susu kotak sebagai pelengkap.
Kegiatan ini merupakan ujicoba program makan bergizi gratis yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Bali.
Menu yang disajikan dalam ujicoba ini disiapkan oleh ibu-ibu di desa setempat yang tergabung dalam Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Sumberklampok.
Ketua PKK Desa Sumberklampok, Ni Kadek Trantini mengungkapkan, persiapan menu bergizi ini dimulai sejak sebulum subuh, sekitar pukul 03.00 Wita dinihari.
"Kami masaknya mulai dari jam 03.00 pagi. Bumbu-bumbunya sudah kami persiapkan sejak kemarin. Sayur-sayuran dan bahan lainnya juga sudah dipotong dan siap dimasak."
Demikian pengakuan Trantini saat ditemui di Desa Sumberklampok, Senin (25/11/2024) kemarin.
Menurut dia, ada sebanyak 12 anggota PKK bekerja sama dalam mempersiapkan dan memasak makanan.
Program ini menawarkan tiga pilihan menu, di mana semua bahan yang digunakan merupakan produk lokal dari desa, termasuk buah-buahan dan sayuran.
Lalu, demi menjaga kualitas dan keamanan makanan, mereka menghindari penggunaan penyedap rasa, pewarna buatan, pengawet, dan pengenyal.
"Semua bahan yang digunakan adalah bahan lokal dari desa," sambung Trantini.
Program makan bergizi ini menyediakan total 500 porsi makanan, yang disajikan kepada 359 anak-anak serta tamu undangan.
Trantini menyebutkan, total biaya untuk menyajikan satu porsi makanan dalam ujicoba ini adalah Rp 17.500, meskipun masih terdapat biaya operasional tambahan yang belum termasuk dalam perhitungan.
Ia juga mengungkapkan tantangan yang dihadapi oleh anggota PKK saat mempersiapkan menu makanan untuk program ini.
"Kami berpikir, siap tidak siap, harus jalani. Kami siapkan dengan cari anggota lain untuk memasak. Lumayan ribet, tapi kami harap program ini berjalan dengan baik," kata Trantini.
Meski persiapan yang dilakukan terhitung mendadak, ia dan tim berusaha memastikan bahwa makanan yang disiapkan memenuhi standar gizi yang sehat dan bebas dari bahan berbahaya.
"Untuk penghitungan porsi, kami sudah berbicara dengan ahli gizi dari Puskesmas Gerokgak II, sehingga jumlah nasi dan sayur dalam setiap porsi sudah sesuai," ungkap dia.
Inisiatif para ibu PKK ini bukan hanya memberikan nutrisi bagi anak-anak, tetapi juga menunjukkan semangat kebersamaan dan dedikasi untuk meningkatkan kualitas gizi di masyarakat lokal.
#makanan-bergizi #siswa-sd #program-makan-gratis #ibu-pkk-buleleng