Sri Mulyani Buka Peluang Tambah Anggaran Makan Bergizi Gratis Rp 100 Triliun, Ini Alasannya
Menteri Keuangan Sri Mulyani usulkan tambahan anggaran makan bergizi gratis Rp 100 triliun, total jadi Rp 171 triliun untuk dukung UMKM. Halaman all
(Kompas.com) 30/01/25 12:24 24023
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membuka peluang untuk menambah anggaran makan bergizi gratis (MBG) sebesar Rp 100 triliun.
Dengan demikian, total anggaran program MBG tahun ini menjadi sebanyak Rp 171 triliun.
Sehingga diharapkan akan memberikan efek berganda kepada perekonomian, terutama bagi kalangan UMKM.
"Apabila program makan bergizi gratis ini akan ditingkatkan dari Rp 71 triliun naik ke Rp 100 triliun, ditambah Rp 100 triliun bukan naik ke Rp 100 triliun, maka menjadi Rp 171 triliun, jumlah sentranya akan meningkat," ujarnya dalam acara BRI Microfinance Outlook 2025 di ICE BSD, Kamis (30/1/2025).
Saat ini, pemerintah telah memberikan anggaran sebesar Rp 71 triliun untuk pelaksanaan MBG yang telah dimulai sejak 6 Januari lalu secara bertahap.
Pada tahap awal, program MBG menyasar 15 - 17,5 juta penerima manfaat. Selanjutnya, pemerintah menargetkan jumlah penerima manfaat ditingkatkan menjadi 82,9 juta pada akhir 2025.
Seiring dengan bertambahnya jumlah penerima manfaat, maka jumlah sekolah penerima dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program ini juga akan ditambah.
Bendahara Negara itu berharap Presiden Prabowo Subianto dapat terus meningkatkan anggaran program MBG ini karena efeknya bisa langsung dirasakan masyarakat luas di seluruh daerah.
"Ini adalah salah satu program pemerintah yang bisa langsung dimanfaatkan oleh UMKM di semua wilayah Indonesia, dimanapun selama ada sekolah di situ. Karena sekolah yang memberikan makan bergizi setiap hari kepada muridnya berarti ada yang harus menyiapkan makanan tersebut, ada yang harus membeli bahannya, ada yang harus memasak," ucapnya.
Sri Mulyani bahkan telah meminta kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) untuk turut serta menyukseskan program ini, yaitu melalui kemudahan pembiayaan bagi UMKM yang terlibat dalam program ini.
"Apabila sebuah perusahaan telah mendapatkan purchasing order untuk makan bergizi gratis, dia seharusnya bisa mendapatkan kredit untuk bisa modal kerja maupun dari sisi kemampuan untuk memenuhi kebutuhan itu," tuturnya.
Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana membantah bahwa pihaknya yang mengajukan tambahan Rp 100 triliun untuk program makan bergizi gratis.
Dadan menyebut, justru Prabowo yang bertanya kepada Badan Gizi Nasional perihal biaya yang dibutuhkan untuk mempercepat pencapaian target penerima program makan bergizi gratis.
"Jadi bukan Badan Gizi Nasional yang mengajukan tambahan ya. Tapi karena Pak Presiden ingin melakukan percepatan, \'kalau mulai September, berapa dana yang dibutuhkan?\' Kami jawab, \'tambahan Rp 100 triliun\'. Ingat sekali lagi, Badan Gizi sudah punya Rp 300 triliun, dan itu akan dilaksanakan," ujar Dadan saat ditemui di Hotel Bidakara, Jakarta, Sabtu (25/1/2025).
Dadan tidak memungkiri bahwa butuh tambahan biaya apabila Prabowo ingin melakukan percepatan.
Ia mengatakan, butuh Rp 100 triliun jika Prabowo ingin 82,9 juta anak menerima makan bergizi gratis (MBG) di bulan September 2025.
#sri-mulyani #umkm #anggaran-rp-100-triliun #makan-bergizi-gratis