Rumah Tapak Rp 600 Juta-Rp 1,3 Miliar Paling Laris di Jabodetabek
JLL Indonesia menilai pasar perumahan tapak di Jabodetabek semester II-2024 terpantau tetap stabil dan sehat. Halaman all
(Kompas.com) 07/02/25 11:00 27006
KOMPAS.com - JLL Indonesia mencatat bahwa tingkat penjualan rumah tapak di Jabodetabek mencapai 87 persen pada semester kedua tahun 2024.
Dari tingkat penjualan itu, rumah tapak dengan harga Rp 600 juta-Rp 1,3 miliar menjadi yang paling laris, tercatat sebanyak 43 persen.
Kemudian diikuti rumah tapak seharga Rp 1,3 miliar-Rp 2 miliar sebanyak 19 persen; kurang dari Rp 600 juta sebanyak 15 persen; lebih dari Rp 3 miliar sebanyak 14 persen; serta Rp 2 miliar-Rp 3 miliar sebanyak 9 persen.
Head of Advisory JLL Indonesia, Vivin Harsanto mengatakan, pasar perumahan tapak di Jabodetabek semester II-2024 terpantau tetap stabil dan sehat.
"Faktor utama yang mempengaruhi kondisi ini adalah perpanjangan insentif pembebasan pajak 100 persen hingga Desember 2024, yang semula dijadwalkan berakhir pada Juni 2024," ujar Vivin dalam keterangannya dikutip pada Jumat (7/2/2025).
Adapun jumlah unit yang diluncurkan pada semester kedua tahun 2024 tercatat sekitar 6.000 unit.
"Peluncuran unit juga meningkat 18 persen lebih banyak dibandingkan dengan semester I-2024 dan didominasi oleh produk dengan harga di bawah Rp 2 miliar," ucapnya.
Rumah Berkelanjutan Masih Jadi Tren
Menurut Vivin, tren keberlanjutan semakin menguat di sektor rumah tapak. Ditandai dengan meningkatnya peluncuran produk baru bersertifikasi hijau pada skala proyek yang beragam.
Pengembangan kota baru oleh pengembang terkemuka tetap terlihat, terutama di wilayah Tangerang.
"Faktor-faktor yang tetap menjadi daya tarik utama bagi calon pembeli meliputi harga yang terjangkau, lokasi strategis, kemudahan akses ke jalan tol dan transportasi umum, reputasi pengembang, serta program pembayaran yang menarik dan kerja sama antara pengembang dengan institusi perbankan, kelengkapan fasilitas kawasan seperti pendidikan, kesehatan, dan komersial dan teknologi smart home," tukasnya.