Sidak Rumah Subsidi Banjir di Bekasi, Ara: Pengembang Harus Tanggung Jawab
PT Sadra Utama Indo selaku pengembang meminta waktu sekitar 1 bulan untuk memperbaiki saluran air yang ada agar perumahan tidak banjir lagi. Halaman all
(Kompas.com) 10/02/25 06:00 27683
KOMPAS.com - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke perumahan bersubsidi Grand Permata Residence di Kelurahan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Minggu (9/2/2025).
Pria akrab disapa Ara itu mendapatkan pengaduan dari masyarakat bahwa perumahan ini menjadi lokasi langganan banjir sejak lama akibat sistem saluran air yang tidak baik.
Bahkan, banjir yang melanda bisa sampai setinggi pinggang orang dewasa dan membuat penghuni harus mengungsi ke tempat aman.
"Kami akan terus dukung rumah subsidi buat rakyat dengan memajukan program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) ini. Tapi tentu tidak seperti ini (banjir di perumahan), bagaimana anak-anaknya, dan harus ada penanganan lebih lanjut," ujar Ara dalam keterangannya.
Menurut dia, permasalahan banjir di Grand Permata Residence harus segera mendapat penanganan serius.
Pasalnya, perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) ini disalurkan melalui FLPP yang 75 persen porsi dananya dari APBN, sehingga harus dipertanggungjawabkan dengan baik.
Dok. Kementerian PKP Perumahan bersubsidi Grand Permata Residence di Kelurahan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Minggu (9/2/2025), yang mengalami banjir.Ara pun meminta pengembang perumahan tersebut yakni PT Sadra Utama Indo untuk bertanggung jawab dengan membuat saluran air yang terintegrasi dengan sungai yang tidak jauh dari lokasi perumahan.
"Pengembang nggak mau kan kalau tinggal di rumah yang kebanjiran? Dan sebagai pengembang juga harus siap tanggung jawab," tegasnya.
Ia juga menanyakan kepada PT Sadra Utama Indo kapan dapat memenuhi janji bahwa perumahan Grand Permata Residence tidak banjir lagi.
PT Sadra Utama Indo pun mengaku siap memperbaiki saluran air yang ada.
Namun mereka meminta waktu sekitar satu bulan untuk membuat saluran air yang baik dan bisa mengalir ke sungai, sehingga perumahan tidak banjir lagi di masa mendatang.
"Saya akan datang antara tanggal 10 sampai 20 Maret. Saya mau cek perubahannya," tutup Menteri PKP itu.