Makan Bergizi Gratis Dihentikan di Sumenep, SPPG Sudah Lapor BGN
Mengenai Makan Bergizi Gratis yang Dihentikan, SPPG Sumenep telah melapor ke Badan Gizi Nasional (BGN). Simak selengkapnya! Halaman all
(Kompas.com) 17/02/25 07:23 30164
SUMENEP, KOMPAS.com - Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumenep, Mohammad Kholilur Rahman mengatakan bahwa pihaknya sudah melapor kepada Badan Gizi Nasional (BGN) mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dihentikan di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
Laporan itu disampaikan pada Rabu (12/2/2025) lalu. Namun, hingga Minggu (16/2/2025), pihaknya belum mendapatkan respons dari BGN.
"Belum ada arahan dari BGN sampai saat ini," kata dia.
Menurut Kholilur, pemberhentian sementara program pemerintah itu disebabkan oleh kendala teknis di internal penyelenggara.
Namun, kepala SPPG itu enggan merinci apa kendala teknis tersebut. Dia hanya mengungkapkan bahwa kendala teknis itu sudah terjadi sejak satu pekan terakhir.
Kholilur menargetkan, program makan bergizi gratis yang mencakup 18 lembaga sekolah di wilayah Kecamatan Kota Sumenep ini bisa dimulai kembali minggu depan.
Namun, target itu tetap menunggu arahan dari BGN.
"Targetnya minggu depan bisa dimulai lagi. Tapi tetap menunggu arahan dari BGN," kata dia.
Sebelumnya, sejumlah kepala sekolah penerima makan bergizi gratis mengatakan bahwa program itu telah dihentikan, terhitung mulai Senin (17/2/2025).
Pemberhentian itu disampaikan langsung oleh Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Sumenep melalui grup WhatsApp yang berisi seluruh penerima makan bergizi gratis.
Akibatnya, sebanyak 2.965 siswa di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, tidak bisa lagi menikmati program pemerintah yang merupakan realisasi dari janji politik itu.
#sumenep #makan-bergizi-gratis #badan-gizi-nasional #mbg #bgn #makan-bergizi-gratis-di-sumenep-dihentikan