Ngada Mulai Terapkan Makan Bergizi Gratis, Pasokan Bahan Baku Lokal Masih Jadi Kendala
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai dilaksanakan di sejumlah sekolah di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Halaman all
(Kompas.com) 26/02/25 18:36 34125
NGADA, KOMPAS.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai dilaksanakan di sejumlah sekolah di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Program ini mulai berlangsung pada Senin (24/2/2025), dengan menyasar tiga sekolah, yaitu SMKS Sanjaya Bajawa, SMP Negeri 2 Bajawa, dan SD Inpres Lebijaga.
Pelaksana program MBG di Ngada, Rudolf Aqroz Wogo melaporkan lebih dari 1.000 siswa di tiga sekolah itu menyantap makanan yang disiapkan pemerintah.
Hanya saja, kata Rudolf, pihaknya masih terkendala bahan baku seperti sayur dan buah-buahan.
Menurut dia, pasokan bahan baku ini harus didatangkan dari luar akibat kurangnya persediaan lokal.
Untuk buah-buahan, misalnya, masih didatangkan dari luar daerah seperti Nagekeo, Manggarai, bahkan Bima.
“Apalagi sayur ini tidak boleh yang ada pestisida. Kita cari yang organik,” kata Rudolf dalam keterangannya, Rabu (26/2/2025).
Meskipun demikian, ia optimistis program Presiden Prabowo Subianto itu bisa berjalan sesuai dengan target yang ditetapkan.
Kasdim 1625 Ngada Mayor Inf Supriyanto menyampaikan bahwa makanan bergizi yang diperuntukkan bagi para siswa disiapkan oleh tenaga ahli gizi dan disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi mereka.
Menu yang disediakan mengandung karbohidrat, protein, vitamin, serta mineral yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan siswa.
“Dengan memberikan makanan bergizi secara gratis, kami berharap dapat membantu mereka tumbuh sehat, cerdas, dan siap menghadapi tantangan di masa depan,” ucapnya.
Menurut Supriyanto, pola makan yang buruk dapat mempengaruhi konsentrasi dan daya serap siswa dalam belajar.
Oleh sebab itu, dengan program MBG ini, pemerintah berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan di wilayah Kabupaten Ngada.
“Kami memastikan bahwa anak-anak mendapatkan makanan yang bergizi dan cukup untuk mendukung proses pendidikan mereka,” katanya.