Paket MBG di Sultra Diduga Basi Bikin Siswa Muntah, BGN Tarik Makanan yang Terkontaminasi

Paket MBG di Sultra Diduga Basi Bikin Siswa Muntah, BGN Tarik Makanan yang Terkontaminasi

Kepala BGN meninjau SOP setelah insiden makanan basi di SDN 33 Bombana. Evaluasi dilakukan untuk mencegah kejadian serupa. Halaman all

(Kompas.com) 25/04/25 13:31 47550

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengatakan bahwa pihaknya akan meninjau dan mengevaluasi standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku di setiap unit satuan pelaksana program gizi (SPPG) makan bergizi gratis.

Hal ini dikatakan Dadan menanggapi paket MBG di SDN 33 Rumbia Tengah, Bombana, Sulawesi Tenggara, yang diduga basi.

“Kami akan segera meninjau dan mengevaluasi SOP yang berlaku di setiap unit SPPG untuk memastikan bahwa standar kualitas dipatuhi dengan baik,” kata Dadan dalam keterangan tertulis, Jumat (25/4/2025).

Evaluasi ini diharapkan dapat mengidentifikasi potensi celah dalam pelaksanaan program dan area-area yang membutuhkan perbaikan.

Fokus utama evaluasi akan dilakukan di setiap unit operasional dapur, termasuk di SPPG Yayasan Darul Ilhamiyah Nusantara, Kelurahan Kasipute.

Kepala SPPG Yayasan Darul Ilhamiyah Nusantara Riska Purnama Sari menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut.

SPPG juga menarik makanan yang terkontaminasi. “Kami telah menarik makanan yang diduga terkontaminasi dan melakukan langkah-langkah pencegahan bekerja sama dengan unsur satuan organisasi perangkat daerah Kabupaten Bombana untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang," kata Riska.

Diketahui, puluhan siswa SDN 33 Kasipute, Bombana, Sulawesi Tenggara, mengalami muntah-muntah setelah menyantap MBG, Rabu (23/4/2025).

Kapolres Bombana AKBP Wisnu Hadi mengatakan, dari total 1.026 paket MBG yang dibagikan ke tiga sekolah dasar, sebanyak 53 paket diduga basi, dan sebagian besar ditemukan di SDN 33 Kasipute.

Melda Dwi Febriani, ahli gizi dari SPPG program MBG Kabupaten Bombana, menjelaskan bahwa gejala mual yang dialami siswa kemungkinan disebabkan oleh aroma kuat dari proses marinasi daging ayam dalam menu hari itu. “Bau dari proses marinasi bumbu penyedap daging yang cukup tajam sehingga bisa memicu mual,” kata Melda.

Melda juga mengakui adanya kesalahan teknis pada tahap penyimpanan bahan makanan. "Hari pertama simpan di freezer, lalu diungkep, tapi itu lama. Hari ketiga mereka ubah cara, simpan di chiller agar tidak membeku. Ternyata proses ini yang bermasalah," ujar dia.

Melda menambahkan bahwa insiden ini hanya terjadi di SDN 33 Kasipute dan tidak terjadi di sekolah lain yang juga mendapatkan paket MBG.

#program-gizi #makanan-basi #kepala-bgn #evaluasi-sop

https://money.kompas.com/read/2025/04/25/133100526/paket-mbg-di-sultra-diduga-basi-bikin-siswa-muntah-bgn-tarik-makanan-yang