Kesaksian Siswa Tasikmalaya: Kami Makan Saja karena Senang Dapat MBG, Eh Keracunan... Halaman all
Siswa SMP di Tasikmalaya, Jawa Barat mengaku tidak menduga ada sayuran basi karena senang dapat MBG dan kemudian malah keracunan. Halaman all?page=all
(Kompas.com) 01/05/25 20:46 49394
TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Riska (15), salah seorang pelajar SMP asal Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, mengaku saat menyantap pembagian makan bergizi gratis di sekolahnya sayurannya sudah basi.
Namun, ia bersama teman-temannya tak menyadari saat mengonsumsi paket MBG.
Karena merasa senang ada pembagian makan gratis yang lama dinanti-nanti oleh mereka.
Seperti diketahui paket MBG bagi pelajar di Kabupaten dan Kota Tasikmalaya belum menyeluruh dan hanya sekolah yang ditunjuk saja per harinya.
"Kayaknya dari labu-labunya, sayurnya. Rasanya basi. Tapi, kami menyantap saja di sekolah, soalnya senang dapat pembagian MBG. Ehh, malah jadi keracunan," jelas Riska sambil terbaring di kamar rawat Puskesmas Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (1/5/2025).
Riska menyebut, paket MBG di sekolahnya yang dibagikan berisi daging, tahu goreng, sayuran yang dimasak dan buah anggur.
Namun, yang paling diingat rasanya beda dan agak basi di paket pembagian MBG adalah rasa sayurnya yang basi.
"Setelah makan MBG, kami pulang, baru malam harinya di grup orangtua, teman-teman saya sama pada mual, mules, pusing, buang air besar berkali-kali dan ada yang muntah-muntah," tambah Riska.
Sampai akhirnya Riska dibawa orang tuanya ke Puskesmas Rajapolah pada Kamis sore tadi usai kondisinya tak membaik.
Padahal, Rabu malam kemarin diberikan air kelapa muda supaya bisa menetralisir racun tubuh, tapi kondisinya semakin parah.
"Baru sudah diinfus jadi enakan. Alhamdulillah, sekarang membaik," ujar dia.
Puskesmas Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, mencatat sudah ada 19 pelajar yang kondisinya parah dan langsung dirawat sampai diinfus diduga akibat keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolahnya sampai Kamis (1/5/2025) malam.
Para korban akhirnya dibawa ke Puskesmas karena kondisinya tak kunjung membaik usai diberi obat tradisional air kelapa muda dan herbal oleh orangtuanya saat diketahui muntah, mual dan buang besar terus menerus setelah makan MBG di sekolah, Rabu (30/4/2025).
Kepala Puskesmas Rajapolah, Hani Hariri, mengaku pasien pelajar diduga korban keracunan mulai berdatangan untuk dirawat pada Kamis sore.
"Sampai malam ini, pasien pelajar dengan gejala sama mual, muntah, pusing dan buang air besar terus menerus sudah 19 orang. Pasien mendapatkan perawatan infus dan penetralisir racun di tubuhnya," jelas Hani.
#makan-bergizi-gratis #program-mbg #siswa-keracunan-mbg #siswa-tasikmalaya-keracunan-mbg #kesaksian-siswa-keracunan-mbg