Marak Keracunan Massal, BGN Akan Uji Kualitas MBG Sebelum Distribusi
BGN memperbaiki SOP usai kasus keracunan MBG terjadi di banyak tempat, salah satunya melakukan uji kualitas sebelum distribusi makan bergizi gratis Halaman all
(Kompas.com) 06/05/25 13:30 50677
JAKARTA, KOMPAS.com -Badan Gizi Nasional (BGN) memperbaiki standar operasional prosedur (SOP) terkait program makan bergizi gratis (MBG) seusai banyaknya kasus keracunan akibat MBG.
Kepala BGN Dadan Hindayana menyebutkan, salah satu evaluasi adalah kewajiban melakukan uji organoleptik atau kualitas produk sebelum menu MBG dibagikan ke siswa.
"Kami ingin menetapkan kewajiban uji organoleptik di sekolah sebelum makanan dibagikan. Jadi nanti kami akan tugaskan orang tertentu untuk melakukan uji organoleptik," kata Dadan dalam rapat Komisi IX DPR RI, Jakarta, Selasa (6/5/2025).
Evaluasi lainnya, BGN akan menekankan agar pemilihan bahan baku makanan lebih selektif sehingga lebih segar.
Dia mencontohkan kasus keracunan MBG di Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, yang sebetulnya tidak ada masalah dalam pengolahan makanan.
Namun, menurut Dadan, bahan baku menu MBG disimpan cukup lama di lemari pembeku (freezer).
"Di PALI, di mana ikan itu diterima hari Jumat kemudian dimasukkan ke freezer, kemudian pada saat memasak dikeluarkan, dan kemudian diolah setengah matang. Setelah diolah setengah matang, masuk lagi ke dalam freezer dan kemudian diolah. Setelah dites dalam keadaan baik, tapi terjadi di lapangan (kasus keracunan)," jelasnya.
Oleh karena itu, ia akan mengevaluasi agar bahan baku harus dipilih secara selektif.
"Kami memutuskan pemilihan bahan baku harus lebih selektif, mungkin lebih fresh akan lebih baik," ucap dia.
Poin lain, BGN akan meminta agar menu MBG tidak diolah terlalu awal agar tidak cepat basi.
Sebab, ia menduga beberapa kejadian keracunan akibat menu MBG dimasak terlalu awal dan dimakan terlalu lama.
Dadan juga akan menetapkan batasan waktu penyiapan, pengiriman, hingga dikonsumsi siswa di sekolah.
"Kami ingin menerapkan aturan, bahwa waktu memasak dan penyiapan makanan dengan waktu pengiriman harus dipersingkat karena untuk mencegah terjadinya basi," ujar dia.
Selanjutnya, BGN juga meningkatkan protokol keamanan saat proses pengantaran dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ke sekolah agar tidak terlalu lama.
BGN ingin ada mekanisme distribusi, termasuk penyimpanan dan penyerahan kepada siswa yang lebih singkat.
"Kami juga akan terapkan toleransi waktu antara makanan diterima dan harus segera dikonsumsi. Jadi kalau makan jam 9, jam 9 kurang 15 sudah harus sampai dan tidak lebih dari 15-30 menit makanan itu harus dikonsumsi," jelas Dadan.
Diketahui, kasus keracunan siswa usai menyantap MBG kerap terjadi di berbagai daerah.
Terbaru, terjadi keracunan terhadap ratusan siswa di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, pada Senin (5/5/2025).
Akibatnya, pelaksanaan MBG di sana disetop sementara waktu.
Tak hanya PALI, kejadian serupa baru terjadi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Abu Bakar Ash-Shiddiq, Tasikmalaya pada Kamis (1/5/2025).
Di Kabupaten Bandung, kejadian keracunan juga terjadi di SMP Negeri 35 Bandung yang berlokasi di Jalan Dago Pojok, Kecamatan Coblong, Kota Bandung pada 30 April 2025.
#uji-organoleptik #badan-gizi-nasional #keracunan-makan-bergizi-gratis #makan-bergizi-gratis #kepala-bgn-dadan-hindayana #kasus-keracunan-mbg