Kasus Keracunan MBG, Prabowo: Siswa Tak Gunakan Sendok Saat Makan

Kasus Keracunan MBG, Prabowo: Siswa Tak Gunakan Sendok Saat Makan

Persoalan tradisi makan, kebersihan, dan distribusi menu menjadi sorotan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis yang digagas Presiden Prabowo. Halaman all

(Kompas.com) 06/05/25 14:36 50678

KOMPAS.com – Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan, program Makan Bergizi Gratis atau MBG tidak berjalan lancar karena berkaitan dengan adat dan tradisi makan langsung menggunakan tangan.

Lebih lanjut, Prabowo menduga bahwa para murid belum mencuci tangan dengan bersih.

Prabowo mencontohkan dengan menceritakan pengalamannya ketika meninjau pelaksanaan program MBG di salah satu sekolah.

Menurut ceritanya tersebut, dalam satu ruangan, 10 dari 30 anak tidak menggunakan sendok untuk menyantap makanan

Orang nomor satu di Indonesia tersebut menduga, makan tidak menggunakan sendok adalah penyebab anak keracunan.

"Tidak salah karena dia terbiasa makan tidak pakai sendok. Namun, kami mendidik dia untuk cuci tangan. Jadi bisa saja yang keracunan adalah hal-hal seperti itu. Sepele, tapi mendasar," kata Prabowo dalam rapat kabinet di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (05/05/25).

Selain kaitannya dengan tradisi dan kebiasaan makan menggunakan tangan, Prabowo menduga kasus keracunan masih terjadi karena ada siswa yang belum terbiasa mengonsumsi susu sebagai salah satu menu dalam program makan bergizi gratis.

Menurutnya, membiasakan siswa atau anak-anak untuk minum susu membutuhkan waktu.

"Masalah itu dia enggak pernah minum susu. Kami kasih susu dia butuh waktu penyesuaian," kata Prabowo.

Tingkat keberhasilan MBG capai 99,99 persen

Pada kesempatan yang sama, Prabowo mengklaim bahwa angka kasus keracunan program MBG masih lebih kecil dibandingkan dengan penerima manfaatnya.

Angka kasus keracunan makan gratis menurutnya ada sekitar 200 orang dari 3 juta penerima manfaat.

“Bisa dikatakan yang keracunan sejumlah 200 orang itu dari 3 (juta) sekian. Kalau tidak salah adalah 0,005," jelas Prabowo.

Dengan jumlah tersebut, Prabowo mengatakan tingkat keberhasilan program Makan Bergizi Gratis mencapai 99,99 persen. Sementara tingkat keracunan berada di angka 0,005 persen.

Presiden mengaku belum berpuas hati dengan capaian tersebut. Ia juga berharap target Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana yang tidak ingin ada penyimpangan lagi dalam pelaksanaan makan gratis bisa terwujud.

Kasus keracunan MBG terus berulang

Berdasarkan catatan Kompas.com, kasus keracunan makanan dalam program MBG masih terjadi. Setidaknya ada lima wilayah yang melaporkan insiden ini sejak awal berjalan pada 2025.

Salah satunya adalah kasus belasan siswa SDN 33 Kasipute, Bombana, Sulawesi Tenggara yang mengalami gejala muntah dan sakit perut akibat menu MBG ayam tepung yang diduga basi.

"Total ada 13 siswa yang keracunan. Ada yang muntah-muntah, sakit perut, dan pusing, tetapi sebagian besar (di antaranya) sudah membaik, hanya satu orang yang izin hari ini karena perlu waktu istirahat," kata Kepala SDN 33 Kasipute, Santi Jamal, dilansir dari Kompas.id, Kamis (24/4/2025).

Selain itu, ada keracunan massal di SDN Proyonanggan 5 Batang. Sebanyak 60 siswa SDN Proyonanggan 5 Batang mengalami mual dan sakit perut setelah mengonsumsi makanan program MBG, dilansir dari Tribunnews, Jumat (18/4/2025).

Pendidik SDN Proyonanggan 5 Batang, Rizkika Wakhid Widilaksa mengatakan bahwa gejala keracunan dialami siswa setelah mereka pulang ke rumah.

Lebih lanjut, sebanyak 29 siswa SD Katolik Andaluri, Waingapu, Sumba Timur mengalami keracunan seusai mengonsumsi makanan program MBG.

Berdasarkan keterangan dari pihak sekolah, sejumlah siswa mengatakan bahwa makanan yang dikonsumsi terasa basi dan tidak enak. Setelah adanya keluhan itu, banyak siswa mengalami muntah dan mual.

Di Pandeglang ada 40 siswa SDN Alaswangi 2 yang juga mengalami keracunan massal usai memakan menu MBG pada Kamis (16/1/2025), dilansir dari Kompas TV. Bahkan, terdapat seorang siswa yang harus mendapat penanganan medis di Puskesmas.

Kepala sekolah SDN 2 Alaswangi, Sariful Hayat mengatakan, bahwa pihak sekolah menerima laporan dari orangtua murid mengenai kondisi anak-anak mereka pada Rabu (19/2/2025).

Keracunan makanan juga dialami oleh 40 siswa SDN 3 Dukuh setelah mengonsumsi MBG pada Kamis (16/1/2025). Kepala Puskesmas Sukoharjo Kota, Kunari Mahanani, menjelaskan bahwa murid-murid mengalami pusing hingga muntah.

Berdasarkan pengelola Satuan Pelaksanaan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari Kodim 0726/Sukoharjo, Kunari mengatakan bahwa penyebab keracunan makanan tersebut adalah menu ayam yang kurang matang.

#keracunan-massal #siswa #sekolah #program-makan-bergizi-gratis #badan-gizi-nasional #program-mbg

https://www.kompas.com/edu/read/2025/05/06/143600971/kasus-keracunan-mbg-prabowo--siswa-tak-gunakan-sendok-saat-makan