TNI AD: Lokasi Peledakan Amunisi di Garut Jauh dari Permukiman Warga
Jajaran Gudang Pusat Amunisi dan Pusat Peralatan TNI Angkatan Darat melakukan peledakan amunisi afkir di lahan milik Balai Konservasi Sumber Daya Alam Halaman all
(Kompas.com) 12/05/25 17:09 52367
JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen Wahyu Yudhayana menjelaskan, lokasi peledakan amunisi afkir atau tidak layak pakai di Garut, Jawa Barat, dilakukan jauh dari permukiman warga.
Jelasnya, jajaran Gudang Pusat Amunisi dan Pusat Peralatan TNI Angkatan Darat melakukan peledakan amunisi afkir di lahan milik Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).
"Perlu kami sampaikan dalam kesempatan ini bahwa lahan yang digunakan untuk penghancuran amunisi afkir tersebut adalah lahan milik BKSDA yang sudah rutin digunakan untuk memusnahkan amunisi afkir," ujar Wahyu dalam konferensi persnya, Senin (12/5/2025).
"Dan lokasinya jauh dari pemukiman warga," sambungnya.
Saat ini, pihaknya berkoordinasi dengan aparat terkait sudah mengamankan lokasi peledakan sampai benar-benar aman untuk masyarakat sekitar.
Wilayah di sekitar lokasi peledakan juga tengah disterilkan, karena dikhawatirkan masih adanya beberapa bahan yang berbahaya yang perlu diamankan.
"Penyebab dari kejadian tersebut masih dalam tahap penyelidikan oleh tim TNI Angkatan Darat, termasuk terkait dengan korban sipil," ujar Wahyu.
Akibat kejadian tersebut 13 orang meninggal dunia dalam kejadian ledakan amunisi di Garut, Jawa Barat.
Satu dari empat anggota TNI AD yang meninggal dunia adalah Kepala Gudang Pusat Amunisi 3 Pusat Peralatan TNI AD Kolonel Cpl. Antonius Hermawan.
Selain empat anggota TNI AD, sembilan korban akibat ledakan amunisi di Garut itu adalah masyarakat sipil, yakni Agus bin Kasmin, Ipan bin Obur, Anwar, Iyus bin Inon, Iyus Rizal bin Saepuloh, Totok, Dadang, Rustiawan, dan Endang.
#ledakan-amunisi #ledakan-amunisi-di-garut #ledakan-amunisi-garut #ledakan-garut #ledakan-amunisi-kadaluwarsa #korban-ledakan-amunisi #ledakan-amunisi-kadaluwarsa-garut