Keracunan Makanan MBG di Bogor, BGN Tanggung Biaya Pengobatan
Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan korban keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bogor mendapat jaminan biaya kesehatan. Halaman all
(Kompas.com) 13/05/25 10:41 52487
JAKARTA, KOMPAS.com – Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan korban keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bogor mendapat jaminan biaya kesehatan.
Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola BGN Tigor Pangaribuan mengatakan, lembaganya bekerja sama dengan puskesmas untuk menanggung seluruh biaya pengobatan korban.
“Yang menjadi korban, diberikan asuransi untuk membayar biaya kesehatannya. Kita bekerja sama dengan puskesmas (menanggung) seluruh biaya pengobatan itu oleh BGN," kata Tigor dalam keterangannya, dikutip Selasa (13/5/2025).
Sampel makanan langsung diuji setelah kasus ini terungkap. BGN juga memberi teguran kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mengelola makanan tersebut.
“Sampel makanan selalu ada. Kalau memang valid itu sampel makanan, misalnya ada tongkol yang kurang baik. Maka kami melakukan teguran keras itu kepada Satuan Pelayanan jika melakukan hal tersebut," ujar Tigor.
SPPG akan mendapat pelatihan ulang, terutama untuk penjamah makanan. Tujuannya mencegah kasus serupa terjadi lagi.
“Selain itu, BGN akan menyetop pemasok bahan makanan tersebut apabila ditemukan ketidaksegaran atau kejanggalan lainnya,” kata Tigor.
Kasus keracunan MBG di Kota Bogor terus bertambah. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor per Sabtu (10/5/2025), jumlah korban mencapai 214 orang. Sebelumnya, jumlah korban sebanyak 210 orang.
Dari hasil penyelidikan epidemiologi, sembilan sekolah melaporkan kejadian keracunan.
Berikut rinciannya:
TK Bosowa Bina Insani: 25 orang
SD Bosowa Bina Insani: 10 orang
SMP Bosowa Bina Insani: 94 orang
SMA Bosowa Bina Insani: 1 orang
SDN Kukupu 3: 8 orang
SDN Kedung Waringin: 7 orang
SDN Kedung Jaya 1: 16 orang
SDN Kedung Jaya 2: 45 orang
SMP Bina Graha: 8 orang