Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia berfokus menjalankan empat program percepatan (Quick Win) yang meliputi dukungan terhadap makan bergizi gratis ... [315] url asal
Jakarta (ANTARA) - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia berfokus menjalankan empat program percepatan (Quick Win)yang meliputi dukungan terhadap makan bergizi gratis (MBG), pemeriksaan kesehatan gratis (PKG), program tenaga kerja migran, dan perumahan layak huni dan terjangkau.
"Kita sudah menandatangani beberapa memorandum of understanding (MoU), MoU ini semua terkait dengan empat Quick Win Kadin. Pertama adalah mendukung makan bergizi gratis, karena kita merasa niat dan tujuan daripada program ini sangat baik untuk mensejahterakan masyarakat luas," ujar Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Dengan demikian Kadin berpartisipasi untuk membangun proyek percontohan, sebelum 17 Agustus, supaya bisa ikut membuat dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG).
Berikutnya adalah PKG di mana Kadin melihat bahwa program ini adalah program yang sangat besar dan bisa melakukan deteksi dini dari kesehatan serta ujungnya tentu bisa menghemat pembiayaan pengobatan dan bisa membuat ekonomi lebih produktif.
"Ketiga yakni program perumahan layak huni dan terjangkau, kita sudah mulai dari beberapa hari yang lalu dan kita akan tingkatkan kesempatan ini dengan teman-teman Kadin Provinsi, bahkan juga dengan teman-teman BUMN yang memiliki lahan yang bisa dimanfaatkan," katanya.
Kemudian yang terakhir adalah program tenaga kerja migran. Kadin merasa tenaga kerja migran adalah ekspatriat dan pahlawan devisa negara sehingga Kadin melihat ada 1,5 juta backlog tenaga kerja yang masih dilatih terutama perawat dan pelayan.
"Dan ini kita melihat suatu hal yang ingin kita fokuskan dalam waktu singkat," ujar Anindya.
Sebelumnya disampaikan, pihaknya siap mendukung program MBG dengan membangun 100 dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi yang akan dibangun sebelum 17 Agustus 2025.
Ia melanjutkan pemerintah telah menaikkan jumlah SPPG yang semula 11 ribu menjadi 30 ribu.
Maka dari itu, Anindya berharap para pengusaha juga dapat terlibat untuk memasok bahan baku yang dibutuhkan untuk menu MBG melalui komoditas pangan seperti cabai hingga sektor ternak.
Wapres Gibran Rakabuming meninjau program makan bergizi gratis di SMK Maarif Kota Magelang. Gibran disebut mengapresiasi menunya lebih baik dari MBG di Jakarta. [581] url asal
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau program makan bergizi gratis (MBG) di SMK Maarif Kota Magelang setelah menghadiri retret kepala daerah di Akademi Militer (Akmil) Magelang. Gibran disebut menanyakan soal susu dalam menu MBG.
Pantauan detikJateng, Gibran tiba di SMK Maarif Kota Magelang sekitar pukul 11.40 WIB. Gibran mengenakan kemeja putih. Dia keluar dari mobil putih tanpa pengawalan khusus.
Saat meninjau MBG, Gibran didampingi Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Magelang dan Pemprov Jateng.
"Mendampingi Mas Wapres meninjau kegiatan retret, memberikan arahan-arahan untuk kepala daerah yang saat ini sudah mengikuti," kata Taj Yasin di SMK Maarif Kota Magelang, Rabu (26/2/2025).
Taj Yasin mengatakan, Gibran mengapresiasi menu MBG di SMK Maarif Kota Magelang hari ini yang terdiri dari nasi, ayam, sayur, tempe, susu, dan kelengkeng.
"Sekaligus kita diajak untuk ngecek makan bergizi gratis di SMK Maarif. Alhamdulillah kita tadi diapresiasi oleh Mas Wapres, bahwa menunya ini lebih baik daripada yang di Jakarta dan yang lain," ujarnya.
"Kita mendapatkan apresiasi, bahkan informasinya akan ditambah lagi. Sudah tambah lagi 250. Nanti juga kalau kita akan lebih baik lagi, juga akan semakin bertambah," sambung Taj Yasin.
Sementara itu Gibran selesai meninjau MBG di SMK Maarif sekitar pukul 12.20 WIB. Dia sempat berfoto bersama para siswa di SMK tersebut.
"Seneng banget, deg-degan, nggak nyangka ketemu Mas Gibran. Tadi dapat buku sama alat tulis. Menunya juga enak banget," kata salah satu siswa SMK Maarif Kota Magelang, Wafka Zizah (18).
Menurut Kepala Kantor Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Magelang, Rauuf Oktavian, Gibran juga mengecek perputaran menu yang disiapkan apakah sudah sesuai dengan gizi yang dibutuhkan.
"Kemudian juga beliau menanyakan tentang susu. Susu kita pakai pasteurisasi murni dengan harganya pasti jauh lebih mahal daripada susu kemasan yang banyak manisnya," kata Rauuf.
Rauuf menambahkan, susu yang disajikan tidak menggunakan pengawet dan sudah sesuai dengan standar gizi yang ditentukan Badan Gizi Nasional (BGN).
Dia juga menegaskan bahwa menu MBG tersebut bukanlah menu spesial karena kedatangan Gibran. Dia bilang menu itu telah dijalankan sejak Januari lalu.
"Yang kami sajikan hari ini bukan menu spesial khusus kedatangan Wapres, bukan, tapi ini memang sudah jadwal kami. Sudah kami siapkan sejak lama gitu. Dan bahkan juga kita informasi beliau," jelasnya.
Setelah itu Gibran meninjau PKG di Puskesmas Magelang. Kepala Dinas Kesehatan Pemprov Jateng, Yunita Dyah Suminar mengatakan kedatangan Gibran untuk memastikan sasaran penerima PKG.
"Pak Wapres memastikan sasaran-sasaran mulai dari balita, 1-6 tahun, atau prasekolah, ibu hamil, lansia, dipastikan sudah menerima layanan sesuai dengan apa yang dijanjikan oleh pemerintah," kata Yunita.