Bupati Jember meresmikan Dapur Makan Bergizi Gratis yang akan melayani lebih dari 6.000 siswa. Program ini mendukung gizi anak dan ekonomi lokal. [546] url asal
Bupati Jember Muhammad Fawait meresmikan mulai beroperasinya dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang. Dapur MBG ini dikelola pihak swasta dan akan menjangkau lebih dari 6.000 siswa. Mulai dari TK, SD, SMP hingga SMA.
Owner Dapur MBG Ahmad Sudiono mengungkapkan ada dua dapur MBG yang dia kelola. Dapur 1 akan mulai beroperasi pada 19 Mei. Sedangkan dapur 2 akan menyusul. Dapur 1 dan 2 masing-masing melayani 3.652 dan 3.682 siswa penerima manfaat.
"Angka ini jauh di atas standar minimum 3.000 siswa per dapur," katanya, Selasa (13/5/2025).
Sementara untuk dapur yang diresmikan memiliki potensi peningkatan hingga 4.000 siswa seiring dengan perkembangan program.
"SOP-nya jelas, bahan makanan tidak boleh dibeli dengan harga melebihi pasar," ujarnya.
Selanjutnya kata dia, setiap dapur akan diawasi secara langsung oleh kepala dapur. Takaran makanan yang disajikan juga disesuaikan dengan setiap jenjang pendidikan, dengan memperhatikan kebutuhan gizi yang seimbang.
Kata Sudiono, bahan baku untuk MBG diperoleh langsung dari pelaku usaha kecil, bukan dari tengkulak.
"Juga didukung oleh administrasi yang rapi dan tenaga ahli gizi untuk memastikan pengelolaan yang terorganisir. Menu yang disajikan juga harus mencakup karbohidrat, protein dan serat agar gizinya seimbang," paparnya.
"Sayur kamu ambil dari petani, ayam dari peternak. Semuanya dipilih dengan seleksi ketat untuk memastikan keberlanjutan pasokan sekaligus mendukung perputaran ekonomi UMKM," tambahnya.
Distribusi makanan nantinya akan dilakukan secara bertahap. Pada pukul 08:30 WIB, makanan akan diberikan ke TK, pukul 09:30 WIB untuk siswa kelas 1-3 SD, lalu pada pukul 11:00 WIB untuk kelas 4 SD hingga SMA.
Dapur MBG pertama yang diselenggarakan oleh pihak swasta ini diresmikan secara langsung oleh Bupati Jember Muhammad Fawait. Menurut Fawait, dapur tersebut membuktikan bahwa Jember siap bersinergi dalam menjalankan program pemerintah pusat.
"Dapur ini juga akan membuka lapangan pekerjaan, dan yang terpenting ialah memperbaiki gizi anak-anak Indonesia," ungkapnya.
Pria yang akrab siapa Gus Fawait itu menambahkan bahwa dapur itu akan memberikan efek ganda bagi ekonomi lokal. Yaitu dengan melibatkan para perajin tempe, tahu, peternak ayam dan pelaku UMKM lainnya.
"Ini merupakan bagian dari cita-cita besar bangsa untuk mencapai Indonesia Emas 2045, dimana anak-anak Indonesia mendapatkan asupan gizi yang cukup. Ekonomi juga bergerak hingga ke pelosok desa," tandasnya.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Prawansa menghadiri sidang paripurna sertijab Bupati-Wakil Bupati Jember di gedung DPRD Jember. Dalam kesempatan tersebut, Khofifah meminta Pemkab Jember menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Pada dasarnya program makan bergizi itu sangat dibutuhkan untuk anak-anak, lansia dan juga ibu hamil," kata Khofifah, Kamis (6/3/2025).
Khofifah mengatakan MBG merupakan program prioritas nasional yang harus disukseskan oleh seluruh Pemerintah Daerah di Jatim. Mengingat, program ini juga menjadi penopang visi misi Bupati Jember yang ingin meningkatkan SDM unggul.
"Untuk mendorong terciptanya SDM, salah satu yang dicanangkan Pak Presiden dan Wakil Presiden yang pertama adalah MBG," ujarnya.
Khofifah menambahkan program itu bukan hanya untuk pemenuhan gizi anak saja, melainkan juga untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Jember.
Khofifah juga berpesan kepada Bupati Jember, agar dalam merancang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) harus linier dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
"RPJMN sudah selesai, tetapi RPJMD Provinsi masih belum. Kami ditarget 6 bulan menyelesaikan itu, kalau setelah selesai RPJMD Provinsi bisa jadi acuan RPJMD Kabupaten," terangnya.
Sementara itu, Bupati Jember, Muhammad Fawait menyampaikan bahwa pihaknya memastikan akan menyukseskan MBG yang menjadi program andalan Presiden Prabowo Subianto.
"Karena MBG adalah program pengungkit ekonomi, apalagi Jember penduduknya banyak. Pasti jumlah dapur sehatnya banyak dibandingkan kabupaten lain," ungkapnya.
Pria yang akrab disapa Gus Fawait itu juga berencana membangun dapur sehat untuk disewakan ke Badan Gizi Nasional (BGN), supaya ada tambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemkab Jember.
"Itu nanti akan menjadi tambahan PAD bagi kami, karena anggaran MBG ditanggung penuh oleh pemerintah pusat," tandasnya.