KOMPAS.com - Puluhan murid SDN Dukuh 03, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah mengalami mual, muntah, dan pusing akibat keracunan usai menyantap makan bergizi gratis, Kamis (16/1/2025).
Peristiwa serupa juga dialami puluhan murid dan sejumlah guru di SDN 03 Nunukan Selatan, Kalimantan Utara, Senin (13/1/2025).
Guru menjadi korban keracunan makan bergizi gratis setelah menyantap hidangan sisa dari pelajar yang tidak masuk sekolah.
“Beberapa guru ada juga yang terkena diare. Jadi, ada murid yang tidak masuk sekolah, daripada dibuang (makanannya), kita persilakan gurunya menikmati itu, ujar Kepala SDN 03 Nunukan Selatan, Hairuddin dikutip dari Kompas.com, Kamis (16/1/2025).
Hairuddin menjelaskan, gejala keracunan tidak langsung dirasakan setelah menyantap makan bergizi gratis. Siswa dan guru baru merasakan mual dan diare menjelang malam hari.
Terkait peristiwa yang terjadi di Sukoharjo dan Nunukan, bagaimana kronologi dan apa penyebab murid serta guru menjadi korban keracunan massal saat makan bergizi gratis?
Kronologi murid keracunan makan bergizi gratis di Sukoharjo
Kepala SDN Dukuh 03, Lilik Kurniasih mengatakan, peristiwa keracunan yang dialami muridnya terjadi pada Kamis (16/1/2025) sekitar pukul 09.30 WIB.
Pada saat itu, SDN Dukuh 03 menerima menu berupa nasi putih, ayam tepung, tumis wortel tahu, buah naga, dan susu.
Setelah itu, murid merasakan mual, pusing, dan muntah. Korban keracunan berasal dari kelas satu sampai enam.
SDN Dukuh 03 bergerak cepat dengan menghubungi tim Satuan Pelaksana Pemenuhan Gizi (SPPG) dari Kodim 0726/Sukoharjo setelah melihat anak didiknya keracunan.
Pihak sekolah juga berkoordinasi dengan Puskesmas Sukoharjo Kota guna penanganan lebih lanjut.
Setelah itu, makan bergizi gratis yang masih tersisa di SDN Dukuh 03 segera ditarik untuk mencegah peristiwa keracunan.
Kepala Puskesmas Sukoharjo Kota, Kunari Mahanani menjelaskan, tidak ada murid yang dilarikan ke rumah sakit setelah keracunan.
“Tadi langsung ditangani oleh petugas dan langsung diberi obat. Alhamdulillah langsung tertangani,” ujar Kunari dikutip dari Kompas.com, Kamis (16/1/2025).
Kronologi murid dan guru keracunan makan bergizi gratis di Nunukan
Sementara itu, kejadian keracunan makan bergizi gratis di SDN 03 Nunukan Selatan bermula ketika murid menerima hidangan dari Yayasan Abi Al Ummi selalu vendor, Senin (13/1/2025).
Murid dan guru kemudian mengalami mual dan diare menjelang malam hari yang diduga karena keracunan makan bergizi gratis.
Hairuddin menerangkan, keracunan dialami oleh 17 murid di kelas 3 dan 12 murid di kelas 2.
Berdasarkan laporan Kompas.com, Jumat (17/1/2035), total penerima makan bergizi gratis di SD 03 Nunukan Selatan mencapai 597 murid.
Keracunan yang menimpa puluhan murid di Sukoharjo diduga disebabkan oleh menu ayam goreng yang sudah berlendir dan bau.
Menurut Lilik, kondisi ayam goreng ketika diterima pihak sekolah telah mengeluarkan bau amis dan masih ada darahnya.
Hal yang sama juga diutarakan oleh Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana.
Ia menyampaikan, ada kemungkinan terjadi salah pengolahan dalam penyajian makan bergizi gratis di Sukoharjo.
“Teknis pengolahan. Tapi menu ayam krispi itu ditarik untuk yang lain dan diganti telur rebus. Dan yang lain tidak mengalami seperti 40 orang,” ujar Dadan dikutip dari Tribunnews.com, Jumat (17/1/2025).
Apa penyebab keracunan makan bergizi gratis di Nunukan Selatan?
Hairuddin mengatakan, SDN 03 Nunukan Selatan sudah memanggil penanggung jawab dapur, pengawas, Bhabinsa, dan perwakilan Badan Gizi Nasional terkait peristiwa keracunan yang dialami murid.
Dalam pertemuan tersebut, pihak dapur mengatakan, mereka memiliki jadwal memasak untuk murid yang bersekolah pada pagi hari menjelang waktu subuh.
Kegiatan memasak dilanjutkan untuk murid yang masuk sekolah siang hari mulai pukul 09.00 Wita.
“Kami menduga, menu pengantaran makan pagi yang tidak habis, dibagikan untuk menu pengantaran siang,” jelas Hairuddin dikutip dari Kompas.com, Kamis (16/1/2025).
“Ada lauk yang basi, namun ada juga yang masih bagus. Begitu juga anak murid kami, ada yang tidak mengalami diare, mungkin kebagian lauk yang bagus,” tambahnya.