Polisi menangkap Juhardi, sekuriti perumahan di Maros, karena membeli sabu lewat Instagram. Dia mengaku butuh untuk begadang saat bertugas malam. [463] url asal
Polisi menangkap seorang pria bernama Juhardi alias Joho (26) karena membeli narkoba jenis sabu di media sosial (medsos) Instagram di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel). Pelaku yang merupakan seorang sekuriti perumahan ini hendak menghisap sabu biar kuat saat bertugas menjaga pada malam hari.
"Pelaku yang kami amankan seorang pria berinisial JU yang bekerja sebagai sekuriti perumahan di Kabupaten Maros terkait kasus dugaan narkoba," ujar Kasat Resnarkoba Polres Maros, AKP Salehuddin kepada wartawan, pada Rabu (7/5/2025).
Penangkapan dilakukan oleh Unit Idik II Satresnarkoba Polres Maros di Jalan Poros Inspeksi Pam Timur, Desa Moncongloe Lappara, Kabupaten Maros, Minggu (4/5). Pelaku kini telah dibawa dan ditahan di Mapolres Maros.
Salehuddin mengatakan, penangkapan ini berawal dari laporan masyarakat terkait aktivitas mencurigakan yang diduga terkait transaksi narkoba. Pihaknya kemudian melakukan penyelidikan ke lokasi dan mendapati pelaku dan beberapa barang bukti.
"Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan satu saset plastik bening berisi sabu seberat 1,18 gram, satu potongan lakban hitam, satu unit HP milik pelaku, dan satu unit sepeda motor," katanya.
Salehuddin menjelaskan, pelaku mendapatkan sabu dengan cara memesan melalui Instagram. Pelaku mengirimkan uang ke nomor rekening tersebut melalui ATM.
"Pelaku menerangkan bahwa mendapatkan barang diduga narkotika jenis sabu tersebut dari pesanan online lewat akun Instagram dengan cara transfer uang total sebesar Rp 950.000, ke rekening lain," jelasnya.
Lebih lanjut, Salehuddin mengungkapkan pelaku telah mengakui membeli sabu tersebut. Rencananya sabu itu akan dikonsumsi oleh pelaku saat bertugas menjaga malam.
"Pelaku mengaku membeli sabu untuk dipakai sendiri, alasannya agar bisa begadang saat bekerja malam," ungkapnya.
Saat ini pelaku dan barang bukti telah diamankan di Polres Maros. Pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
Tim animal rescue dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), mengevakuasi seekor ular piton sepanjang lima meter. [185] url asal
MAROS, iNewsCelebes.id - Tim animal rescue dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), mengevakuasi seekor ular piton sepanjang lima meter yang ditemukan bersembunyi di parit dekat permukiman warga.
Insiden penemuan ular ini terjadi di Dusun Pandaria, Desa Ampekale, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, pada Sabtu (5/4) sore. Kejadian tersebut dilaporkan oleh warga kepada petugas Damkar Maros.
“Dilakukan evakuasi oleh Tim animal rescue ular sepanjang 5 meter jenis piton reticulatus,” ujar Plt Kepala Dinas Damkar Maros, Eldrin Saleh Nuhung, pada Minggu (6/4/2025).
Eldrin menjelaskan, posisi ular berada di dalam parit yang berdekatan langsung dengan rumah warga. Setelah menerima laporan, tim segera dikerahkan untuk melakukan evakuasi.
“Kronologisnya itu, anggota kami menerima laporan adanya ular di dalam parit sekitar rumah warga,” katanya.
Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati menggunakan alat bantu khusus. Tim menggunakan Grab Stick untuk menangkap ular tersebut agar tetap aman.
“Aksi yang dilakukan dengan menangkap ular menggunakan Grab Stick,” tambah Eldrin.
Sebanyak sembilan personel diterjunkan ke lokasi. Proses penanganan berlangsung selama kurang lebih delapan menit.
“Jumlah personel 9 orang. Selesai melakukan evakuasi pukul 16.35 WITA,” sebutnya.
Warga Maros geger dengan kemunculan ular piton 5 meter. Tim Damkar berhasil mengevakuasi ular tersebut setelah proses yang berlangsung hampir satu jam. [328] url asal
Warga di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel) dibuat geger dengan kemunculan ular piton sepanjang 5 meter di parit sekitar permukiman. Petugas Damkar turun ke lokasi mengevakuasi hewan melata tersebut.
"Dilakukan evakuasi oleh tim animal rescue ular sepanjang 5 meter jenis piton reticulatus," ujar Plt Kadis Damkar Maros, Eldrin Saleh Nuhung kepada detikSulsel, Minggu (6/4/2025).
Ular piton tersebut muncul di permukiman warga di Dusun Pandaria, Desa Ampekale, Kecamatan Bontoa, Maros pada Sabtu (5/4) sore. Warga sekitar langsung melaporkan hal tersebut ke kantor Damkar Maros.
Eldrin mengatakan ular itu dilaporkan tengah bersembunyi di sebuah parit yang berdekatan dengan rumah warga itu. Sebanyak 9 orang personel Damkar kemudian menuju ke lokasi.
"Kronologisnya itu anggota kami menerima laporan adanya ular di dalam parit sekitar rumah warga," katanya.
Personel Damkar yang tiba di lokasi menangkap ular tersebut menggunakan alat bantu grab stick. Proses evakuasi berlangsung hampir satu jam karena ular melakukan perlawanan.
"Aksi yang dilakukan dengan menangkap ular menggunakan Grab Stick. Tiba di lokasi pukul 15.27 Wita dan selesai pukul 16.35 Wita," pungkasnya.
Badan Gizi Nasional uji coba program makan bergizi gratis di 20 sekolah di Sulsel, sasar 10.000 siswa di Makassar dan 3.151 siswa di Maros. [980] url asal
Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan uji coba program makan bergizi gratis (MBG) di sejumlah sekolah di Sulawesi Selatan (Sulsel). Uji coba program ini berlangsung di 20 sekolah di Kota Makassar dan Kabupaten Maros.
Uji coba program ini berlangsung serentak pada Senin (6/1/2025). 10 sekolah yang terpilih di Makassar yakni SMAN 3 Makassar, SMAN 10 Makassar, SMPN 1 Makassar, SMPN 23 Makassar, SMPN 17 Makassar, SDN Cendrawasih, SDI Sambung Jawa, KB-TKIT Wihdatul Ummah, SDI Tamajene, dan SDI Tamamaung IV.
Sementara di Maros juga dipilih 10 sekolah dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga SMA. Mulai dari TK Dharma Wanita, TK Angkasa Pura, KB Ananda, SDN 103 Inpres Hasanuddin, SDN 24 Batangase, SDN 99 Kadieng, SD Angkasa Pura, SMPN 5 Mandai, SMP 3 PGRI Mandai, dan SMA Pratama Batangase.
Sasar 10.000 Siswa di Makassar
Plh Kadis Pendidikan Kota Makassar, Muhammad Guntur mengatakan makan bergizi gratis diuji coba ke 10.000 siswa di Makassar. Kegiatan itu berlangsung di masing-masing sekolah yang telah ditunjuk.
"Ada 10 sekolah di Makassar yang disasar untuk uji coba makan bergizi gratis di tiga kecamatan yang menjadi sasaran program di tahap awal ini. Yakni Panakkukang, Manggala, dan Mamajang," ujar Muhammad Guntur kepada wartawan, Senin (6/1).
"Total siswa yang disasar pada uji coba tahap pertama ini sekitar 10 ribu siswa," lanjutnya.
Menu makanan yang dinikmati para siswa pada program makan bergizi gratis di Kota Makassar, Sulawesi Sleatan (Sulsel). (Sahrul Arul/detikSulsel)
Siswa Merasa Senang-Menikmati
Kegiatan ini diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya di setiap sekolah dan dilanjutkan dengan doa bersama. Para siswa kemudian diberikan paket makanan dan langsung menyantapnya.
Terlihat di dalam kotak makanan tersebut terdapat nasi putih sebagai sumber karbohidrat, ayam goreng sebagai sumber protein. Capcai sayur, terdiri dari potongan wortel, jagung, dan kentang.
Dalam kotak makanan itu juga terdapat satu potong tahu saus sambal sebagai lauk tambahan. Saus cabe dalam kemasan sachet juga tersedia untuk bumbu tambahan.
Siswi bernama Dewi Ayu Sastri mengaku senang sekolahnya menjadi salah satu lokasi pelaksanaan uji coba makan bergizi gratis. Dia juga mengaku menikmati makanan yang diberikan.
"Makanannya enak, saya suka. Kami sangat senang karena bisa mencoba program ini, mungkin bagi siswa yang jarang membawa bekal bisa menghemat, dan bisa memberikan makanan bergizi kepada kami," katanya.
Danny Pantau di SMPN 1 Makassar
Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto memantau uji coba makan bergizi gratis di SMPN 1 Makassar, Jalan Baji Areng. Danny menyaksikan para siswa menyantap makan siang yang disiapkan BGN di Kelas IX sekolah tersebut.
"Program ini sangat luar biasa karena kita akan membangun peradaban baru peradaban yang kuat yang dimulai dari anak-anak kita generasi baru kita the next generation kita," katanya.
Danny mengaku siap mendukung program nasional ini di Makassar. Pihaknya juga siap melakukan evaluasi dari segi sarana dan prasarana sekolah.
"Saya lihat dari pelaksanaan program perdana ini beberapa hal yang mesti kita koordinasikan dan kita bangun dengan baik yang pertama, misalnya anak-anak yang mau makan pakai tangan berarti harus disiapkan wastafel dan sabun dan kebudayaan cuci tangan yang menjadi tradisi yang rutin," jelasnya.
"Kedua soal minuman, banyak anak-anak yang menggunakan pakai botol plastik. Saya kira pemerintah kota melalui program CSR harus membantu tumbler yang tidak merusak lingkungan," lanjut Danny.
Simak pelaksanaan makan bergizi gratis di Maros selengkapnya...
3.151 Siswa di Maros Makan Gratis
Sebanyak 3.151 siswa dari 10 sekolah tingkat PAUD, SD, SMP, dan SMA di Kabupaten Maros, mengikuti program Makan Bergizi Gratis (MGB). Program nasional ini akan dijalankan secara bertahap termasuk ke sekolah pelosok yang masih dalam kajian.
"Ini (program Makan Bergizi Gratis) dikhususkan di kecamatan Mandai. Untuk hari ini ada 10 sekolah," ujar Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Maros Andi Patiroi kepada wartawan, Senin (6/1).
Dia menyebutkan 10 sekolah tersebut yakni 3 dari jenjang PAUD, 4 SD, 2 SMP, dan 1 SMA. Patiroi mengatakan, program uji coba MBG ini dianggarkan sebesar Rp 31,5 juta.
"Jumlah paket yang dibagi pada hari ini ada 3.151 paket, kurang lebih anggarannya Rp 31,5 juta ini seterusnya sudah permanen," katanya.
Menu Makan Bergizi Gratis Diganti Setiap Hari
Patiroi mengatakan menu makanan yang disiapkan cukup variatif seperti nasi, ayam, tempe, tahu, serta sayur. Menu akan berubah setiap harinya untuk memberikan variasi gizi kepada para siswa.
"Satu porsi itu Rp 10 ribu, menunya hari ini ada ayam, ada tempe tahu, ada sayur, dan nasi. Untuk menunya itu tiap hari berubah," ungkap Patiroi.
Patiroi mengatakan program ini akan dijalankan secara bertahap. Dia menargetkan ada 3.000 paket makanan untuk 13 sekolah yang mendapat program MBG pada pekan depan.
"Untuk sekolah lain kita rencanakan di tanggal 13 hari Senin (13/1) depan. Itu ada 13 sekolah untuk Maros berjumlah 2.979 siswa, tapi kita menunggu tambahan supaya bisa melebihi 3.000 nanti," bebernya.
Sekolah Pelosok Maros Dikaji
Sementara untuk sekolah daerah pelosok, pihaknya masih mencari formulasi dan skema yang tepat. Namun dia berharap program MBG ini bisa menyentuh seluruh sekolah tanpa terkecuali dalam waktu dekat.
"Sekolah di pelosok itu belum jelas, mungkin ini Mandai sebagai percontohan dulu. Mudah-mudahan dalam bentuk dekat sudah bisa seluruh sekolah Minggu depan," pungkasnya.
Video viral buaya di permukiman saat banjir di Maros ternyata hoax. Petugas memastikan lokasi sebenarnya di Kalimantan, bukan di Sulsel. [330] url asal
Viral di media sosial seekor buaya masuk ke permukiman warga saat sedang banjir di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel). Petugas memastikan buaya dalam video heboh tersebut bukan di Maros alias hoax.
"Saya sudah cek ke semua anggota, kalau ada yang bilang lokasinya di Maros itu hoax," kata Kasatpol PP dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Maros, Eldrin Saleh kepada detikSulsel, Senin (23/12/2024).
Video tersebut mulai beredar pagi tadi. Eldrin mengatakan, sejak video tersebut beredar ia sudah memerintahkan anggotanya untuk mencari informasi lokasi dalam video, namun tidak ditemukan.
"Saya suruh anggota cari tidak ditemukan. Kami juga tidak menerima aduan dan laporan masyarakat kalau ada buaya," ucapnya.
Eldrin mengatakan dari informasi anggotanya, lokasi dalam video tersebut berada di Kalimantan. Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak gampang menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya karena bisa menimbulkan keresahan masyarakat.
"Saya imbau, kalau dapat informasi jangan langsung disebar apalagi suasana bencana seperti sekarang. Itu meresahkan," pungkasnya.
Dalam video beredar, tampak buaya tersebut berada di sekitar permukiman warga yang terendam banjir. Tubuh buaya nampak di permukaan air sedang berenang di sekitar rumah warga.