Banjir merendam permukiman warga Desa Gadingrejo, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Banjir terjadi karena sungai tersumbat tumpukan sampah. [468] url asal
Banjir merendam permukiman warga Desa Gadingrejo, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati. Banjir terjadi karena sungai tersumbat tumpukan sampah hingga air meluap ke permukiman.
Pantauan detikJateng di lokasi pukul 15.00 WIB, genangan banjir merendam permukiman warga Desa Gadingrejo. Kedalaman banjir mulai 30 sampai 50 sentimeter. Genangan banjir berwarna cokelat.
Tak hanya itu, banjir juga merendam jalan Pantura Pati-Juwana tepatnya di Desa Gadingrejo. Banjir berwarna coklat merendam jalan setinggi 10 sentimeter. Kondisi ini berdampak pada arus lalu lintas di lokasi. Kendaraan harus berjalan pelan-pelan karena ketinggian air.
Warga Gadirejo, Susiswo, mengatakan banjir datang sejak pukul 13.00 WIB tadi siang. Sebelumnya kata dia curah hujan deras melanda di beberapa wilayah Pati. Akibatnya anakan Sungai Simo dan Sinomam meluap, karena tersumbat sampah.
"Banjir datang sekitar jam 13.00 WIB karena kali di sekitar desa tersumbat sampah. Kedalaman air sampai 30 sampai 50 sentimeter sudah masuk ke rumah," jelas Susiswo kepada detikJateng ditemui di lokasi, Senin (17/2/2025).
Menurutnya banjir besar baru kali ini. Bahkan kata dia genangan banjir sampai masuk ke dalam rumah.
"Kalau bandang gede sekali ini. Biasanya seluruh yang banjir merata," ujarnya.
Warga lainnya, Martono, mengatakan banjir karena sejumlah sungai di sekitar desanya tersumbat sampah. Akibatnya air meluap ke permukiman warga. Dampak banjir paling parah di RT 1,2,dan 3 RW 2.
Sekitar jam 1 banjir dari kali sebelah yang tersumbat ini ada sekitar 200 rumah tapi kebanjiran hampir 100 rumah," jelasnya.
Menurutnya kedalaman banjir mencapai 50 sentimeter sampai ke dalam rumah. Meski demikian warga memilih untuk bertahan di rumah.
"Sudah banyak rumah yang kebanjiran," terang dia.
Menurutnya wilayahnya menjadi langganan banjir setiap tahun. Akan tetapi banjir berwarna coklat ini termasuk paling gede tahun ini.
"Sudah sering terjadi. Tahun ini banjir baru kali ini. Nggak mengungsi bertahan di rumah saja," ungkap dia.
Dimintai konfirmasi Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Pati Budi Mulyawan belum menjawab atas klarifikasi jumlah Desa yang terdampak banjir.
BREBES, iNews.id -Sejumlah pengguna jalan mengeluhkan banyaknya ceceran tanah urugan di Pantura Brebes milik Perumahan Almaz de Mansion. Terlebih lagi ketika curah hujan turun jalan menjadi licin dan rawan terjadi kecelakaan.
Pantauan iNewsBrebes.id di lokasi proyek perumahan, Jumat 27 Desember 2024 siang, tepatnya di Pantura Desa Pesantunan, Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes, Jawa Tengah terdapat ceceran tanah urugan sepanjang 1 km di Pantura Brebes dari arah Barat ke Timur.
Antrian truk yang mengantri di bahu jalan saat hendak masuk ke dalam lokasi proyek juga menyebabkan terhambatnya kelancaran arus lalulintas dari arah Barat.
Meski sudah ada petugas dari proyek perumahan yang melalukan pembersihan jalan, namun kondisi jalan masih terlihat banyak ceceran tanah.
Salah satu pengendara sepeda motor Ikrom warga Kecamatan Wanasari mengaku, saat melintasi jalan tersebut merasa khawatir. Hal itu dikarenakan jalan yang licin dan terkadang banyak menampung lumpur.
“Banyak Dum truk yang bikin macaet, terus kalo hujan banyak lumpur yang ngga di bersihin sama pihak perumahan, padahal bahaya banget licin, apalagi pas jam masuk dan pulang karyawan PT,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (27/12/2024) siang.
Ikrom mengaku resah dengan keberadaan jalan licin tersebut, terutama karena dirinya yang setiap hari harus melintasi jalan tersebut untuk berangkat kerja.
"Setiap hari melewati proyek perumahan pesantunan, karena saya bekerja di kota tegal," terangnya.
Senada, pengguna jalan lain Fina mengaku hawatir dengan adanya aktivitas pengurugan tersebut, sebab kondisi jalan menjadi licin.
“Jalannya jadi licin saat hujan turun, terus juga jalan jadi macet saat truk keluar masuk,” ungkapnya.
Saat dikonfirmasi pihak perumahan Nur Syam Kholil selaku pemasaran perumahan enggan berkomentar banyak, ia hanya mengatakan jika rencanya di lokasi tersebut akan dibangun rumah sebanyak 150 unit.
Disinggung soal perijinan, mengaku sudah mengantongi izin dari intasni terkait.
“Semua perijinan sudah seperti andalalin, dan PBG sudah ada,” terangnya.
Sementara mendapat aduan dari masyarakat, Satlantas Polres Brebes melalui Unit turjawali langusng datang ke lokasi pengurukan. Petugas kemudian memberikan teguran kepada truk pengangkut urugan.
Benar kami tadi mendapatkan aduan dari warga, kami kemudian mendatangi lokasi. kami menemukan sejumlah truk pengangkut tanah yang melanggar seperti tidak memenuhi surat surat kendaraan. Kami juga memberikan teguran kepada pengendara truk. Sementara untuk pengembang perumahan kami memberikan arahan agar proses pengerjaan proyek sesuai SOP ,” ungkap Kanit Turjawali Satlantas Brebes Ipda Yusuf Zaenuri.
Warga Tambak Rejo, Gayamsari, Kota Semarang, mengeluhkan rembesnya tanggul laut (sheet pile) yang menyebabkan munculnya genangan air di permukiman. [516] url asal
Warga Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, mengeluhkan rembesnya tanggul laut (sheet pile) yang menyebabkan munculnya genangan air di permukiman.
Pantauan detikJateng di lokasi siang tadi, sisa genangan air masih terlihat di jalan perkampungan Tambak Rejo. Sejumlah warga tampak membersihkan sisa air itu di depan rumah masing-masing.
Salah satu warga setempat, Nur Ahmad (29) mengatakan sheet pile itu bocor sejak seminggu lalu.
"Air merembes itu dari sela-sela (bangunan), dari tanah. Parah itu kalau airnya pasang, jadi sampai sini," kata Ahmad saat ditemui detikJateng, Rabu (20/11/2024).
Ahmad mengatakan, sheet pile itu dibangun untuk menahan banjir rob.
"Titik rembesnya itu dari jajaran rumah yang di sebelah barat kampung. Airnya dari tanggul yang lama. Bisa sampai 30 sentimeter (ketinggian genangannya)," ujar dia.
"Kalau 4 hari ini sudah agak reda, Minggu kemarin dari jam 03.00 WIB, baru surut jam 09.00 WIB," sambungnya.
Menurut Ahmad, genangan air itu cukup menghambat aktivitas warga. Terlebih, waktu pasang air laut tak menentu.
"Kadang pasang malam, nanti banjir sampai pagi. Kadang juga pasang siang. Dampaknya semua merasakan, contohnya untuk aktivitas tiap hari anak sekolah jadi susah," ucap dia.
Menurut Ketua RT 4 RW 16, Imam Suyuti (50), faktor penurunan tanah juga memengaruhi munculnya genangan air dari rembesan sheet pile. Salah satu solusi agar terbebas dari banjir rob ialah meninggikan bangunan rumah, tapi biayanya tidak murah.
Suasana permukiman di Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, Rabu (20/11/2024). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng
Terlihat beberapa rumah di kawasan tersebut sudah tenggelam. Hanya tampak atapnya dan sepertiga dinding yang tersisa.
"Menurut saya tiap tahun sudah ada penurunan 7-10 sentimeter. Rumah saya yang dulu dikunjungi Jokowi saat pertama menjabat jadi Presiden itu sudah habis, itu 10 tahun," kata Imam.
"Penurunan tanah di sini sangat mengkhawatirkan. Nggak tahu ini sudah ada tanggul baru apakah bisa berpengaruh maksimal. Meski dampak rob sudah nggak ada, tetep ada rembesan," imbuhnya.
Sementara itu Ketua RW 16 Kelurahan Tambakrejo, Slamet Riyadi mengatakan genangan rob itu biasa dibuang menggunakan mesin pompa.
"Kebetulan beberapa hari ini rob besar, jadi ketinggian rembesan mencapai 10 sentimeter. Tapi setelah pompa dihidupkan rembesan air rob cepat surut," kata Slamet.
"Sekarang dampak rob itu bisa ditandai, kalau lihat motor karatan itu bisa jadi punya orang sini, orang Pantura (pantai utara)," pungkasnya.