JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah menghadirkan angin segar berupa program cicilan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi yang sangat terjangkau buat buruh dan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) lainnya, yakni hanya sekitar Rp 1 juta per bulan.
Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Yassierli menyampaikan, peringatan May Day kali ini dijadikan momentum untuk memperkuat kolaborasi antar berbagai pihak dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
"Kondisi global penuh ketidakpastian, dan itu kemudian berdampak sangat signifikan. Kemudian pergeseran demografi, budaya, dan seterusnya, tuntutan industri," ujarnya, di Jakarta, Kamis (1/5/2025).
Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan bahwa program ini adalah wujud nyata kehadiran negara dalam mendukung kebutuhan perumahan bagi para pekerja.
"Negara hadir, negara tentu dengan bidang kami Pak Menteri, kami mensupport dari segi tugas kami dari Presiden Prabowo di bidang perumahan," tegas Ara.
Lebih lanjut, Ara mengungkapkan program serupa sebelumnya telah diluncurkan untuk berbagai profesi lain seperti bidan, perawat, guru, dan wartawan.
Ke depan, program ini akan terus diperluas untuk menjangkau lebih banyak lagi kalangan pekerja seperti nelayan, petani, dan supir.
Angsuran Ringan, Syarat Mudah
Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) Heru Pudyo Nugroho menjelaskan, uang muka untuk program KPR subsidi ini sangat ringan, hanya 1 persen.
Sementara itu, perkiraan angsuran bulanan yang harus dibayarkan adalah sekitar Rp 1 juta dengan tenor hingga 15 tahun untuk rumah seharga sekitar Rp 100 jutaan.
"Angsurannya 1 jutaan itu sudah termasuk asuransi jiwa, asuransi kebakaran, asuransi kredit," jelas Heru.
Bahkan, terdapat klausul yang sangat membantu, di mana jika kepala keluarga meninggal dunia, ahli waris akan otomatis bebas dari angsuran dan rumah tersebut menjadi hak milik mereka.
Meskipun antusiasme terhadap program ini sangat tinggi, terdapat kriteria tertentu yang harus dipenuhi oleh para buruh untuk dapat fasilitas KPR subsidi ini.
Proses pendaftaran dilakukan melalui usulan dari serikat pekerja. Data para pekerja yang diusulkan kemudian akan diverifikasi oleh BP Tapera berdasarkan beberapa kriteria, termasuk batasan gaji bulanan dan kepemilikan rumah pertama.
"Jadi kita ingin, dan bukan ingin, program ini melibatkan serikat buruh dan serikat pekerja," tegas Heru.
Sebagai simbolisasi peluncuran program ini, telah dilakukan serah terima kunci secara simbolis kepada 100 buruh dan akad massal di lima lokasi berbeda, yaitu Bekasi (Simpro), Batam, Pasuruan (Jawa Timur), Batang (Jawa Tengah), Palembang (Sumatera Selatan), dan Makassar (Sulawesi Selatan).