Banjir melanda perumahan The Arthera Hill 2, memaksa 300 KK dievakuasi. Warga mengeluhkan klaim bebas banjir dari pihak marketing yang tidak akurat. [712] url asal
Sebanyak 300 KK warga perumahan The Arthera Hill 2 harus dievakuasi imbas banjir pada Selasa (4/3/2025) lalu. Air merendam rumah mereka nyaris setinggi atap. Kejadian awal bulan ini merupakan banjir kelima sejak banjir pertama di 2024 lalu.
Salah seorang warga, Adam, mengaku sejak awal ia tidak tahu kawasan rumahnya merupakan area rawan banjir. Sebab ketika dirinya membeli rumah itu, pihak marketing menyebut perumahan The Arthera Hill 2 bebas banjir.
"Ah iya itu ada tag linenya (ada klaim bebas banjir). Kalau brosur (iklan), data-data udah hanyut semua. Dari penyampaian marketing pun seperti itu, bebas banjir. Yah mungkin asumsi mereka karena kalinya dalam dan sedikit tanggul aja. Sebelum kita membeli perumahan ini, ini kan belum jadi, masih kavling. Paling kita tahu titik lokasinya aja," kata Adam saat ditemui detikProperti di Bekasi, Rabu (13/3/2025).
Hal yang sama juga diakui oleh warga lain yakni Hadi. Ia mengatakan pihak marketing juga sempat menyatakan perumahan The Arthera Hill 2 bebas banjir. Padahal pada saat membeli rumah tersebut, Hadi mengetahui ada kali Cikarang yang melintasi di Desa Jayasampurna, tetapi ia tidak tahu jika lokasinya dekat sekali dengan perumahan yang ia beli.
"Kalau saya kemarin itu udah tau di sini ada kali. Tapi ngiranya jaraknya jauh, soalnya nggak masuk ke denah. Tapi ternyata pas kenyataanya, pas pinggir situ," ungkap Hadi yang telah setahun tinggal di perumahan tersebut.
Warga lainnya, Gervi menambahkan, hampir 90 persen warga di perumahan The Arthera Hill 2 tidak mengetahui keberadaan kali Cikarang.
"Warga rata-rata hampir 90% nggak ada yang tahu kalau ada kali," ujar Gervi.
Banjir pertama mereka alami pada November 2024, beberapa bulan setelah mereka menempati rumah tersebut. Sejak saat itu, mereka menyadari jika keberadaan kali menjadi salah satu penyebab perumahan mereka sering terkena banjir.
Kali Cikarang sering mendapat kiriman air dari Bogor. Saat air meluap, air akan mengalir ke water pond di dalam perumahan. Sementara itu, water pond ini belum 100 persen selesai dibangun. Tanggul terluar dan paling dekat dengan kali masih berupa tumpukan tanah. Lalu, pembatas antara water pond dengan perumahan hanya berupa dinding pendek dan pagar besi.
Saat debit air kali naik, air akan terus masuk ke water pond dan akhirnya meluap hingga ke perumahan.
Perumahan The Arthera Hill 2, Bekasi ketika banjir Foto: Dok. Istimewa
Wakil Ketua Relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, Sandi, menambahkan tingginya debit air banjir pada awal bulan lalu juga disebabkan tanggul water pond yang jebol.
"Karena mungkin di sini juga untuk antisipasi itu berpikir nggak ada limpahan, tanggulnya itu belum kuat, kali sama ini (rumah) tinggian kali," ujar Sandi.
Penampakan area di belakang tanggul water pond perumahan The Arthera Hill 2 yang memisahkan perumahan dengan Kali Cikarang Foto: Sekar Aqillah Indraswari
Menurut Bagian Hubungan masyarakat (Humas) dan Komunikasi PT Prisma Inti Propertindo, Nur Cahyo, water pond di perumahan tersebut rencananya akan ditinggikan. Pihaknya juga akan memperbaiki tanggul yang jebol agar dapat menahan luapan air dari kali Cikarang.
Pada saat kejadian banjir awal bulan lalu, pihaknya tidak diam saja. Mereka telah bersiaga dan menyalakan pompa air untuk menyedot air agar tidak meluap.
"Pada saat sore menjelang malam, tim kami segera bersiaga, menyalakan pompa air di waterpond, dan memberikan peringatan dini kepada warga. Ketika kondisi memburuk, kami mendirikan posko darurat di mushola perumahan serta tenda evakuasi, bekerja sama dengan pemadam kebakaran dan relawan untuk membantu evakuasi, terutama bagi lansia, anak-anak, dan ibu hamil," ungkap Cahyo.
Ada pun ukuran dari water pond sendiri adalah 2 persen dari luas perumahan yakni sekitar 2.257 m². Luas ini telah sesuai dengan rekom peil banjir. Untuk kedalaman water pond sendiri sekitar 2 meter.
"Untuk water pond sendiri dibangun sebelum perumahan di huni oleh warga," ucap Cahyo saat dihubungi detikProperti.
Mengenai klaim marketing bahwa perumahan bebas banjir, Cahyo mengatakan memang sebelumnya perumahan The Arthera 1 yang dibangun sebelum The Arthera 2 tidak pernah mengalami banjir.
"Perumahan Arthera dikembangkan mulai 2021 yaitu Arthera 1 hingga saat ini, Arthera 2 mungkin dari pengalaman sales atau agen yang bekerja sama dengan kami melihat sejak 2021, 2022, 2023, 2024 memang tidak pernah mengalami banjir separah ini, maka dari pengalaman itu mungkin ada statement tersebut," jelasnya.
Berdasarkan pantauan detikcom yang melihat langsung perumahan pada Rabu (12/3/2025), memang letak perumahan The Arthera 1 agak jauh dari kali Cikarang dan lokasinya lebih tinggi dari perumahan The Arthera 2.
Banjir besar melanda perumahan The Arthera Hill 2 di Bekasi, merendam ratusan rumah hingga ke atap. Begini kondisinya seminggu setelah terendam. [1,039] url asal
Banjir besar melanda beberapa titik di Bekasi pada Selasa (4/3/2025) lalu. Salah satunya adalah perumahan The Arthera Hill 2 yang ketinggian airnya sampai menyentuh atap rumah.
Ketinggian air ini sempat viral di media sosial. Dalam salah satu video yang dilihat detikcom, jika dilihat dari atas, air merendam ratusan rumah warga dan hanya menyisakan atapnya saja.
Perumahan The Arthera Hill 2, Bekasi ketika banjir Foto: Dok. Istimewa
detikcom berkesempatan datang langsung ke lokasi, Rabu (11/3/2025). The Arthera Hill 2 merupakan perumahan subsidi yang lokasinya berada di Desa Jayasampurna, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Perumahan ini merupakan pengembangan dari The Arthera Hills 1 yang lokasinya masih di satu wilayah yang sama. Pintu masuknya pun berada di gerbang yang sama. Perumahan The Arthera Hill 1 berada di area depan, dekat dengan gerbang masuk utama dan telah dibangun sejak 2021.
Sementara, perumahan The Arthera Hill 2 berada di belakang dan merupakan pengembangan baru. Warga menyebut perumahan ini sebagai The Arthera Hill Extension. Perumahan ini dibangun pada 2023.
Menurut penuturan salah satu warga yang tinggal di The Arthera Hill 1 selama dua tahun, Iko, perumahan yang sering kebanjiran adalah The Arthera Hill 2. Sementara tempatnya tinggal, air tidak pernah masuk ke dalam rumah, hanya menggenang di jalan saja, kemudian cepat surut.
"Alhamdulillah nggak (banjir). Paling di jalan kan rumah kita juga agak tinggi dari jalan, jadi air nggak masuk. Kalau yang itu (The Arthera Hill 2) lebih pendek," kata Iko saat ditemui detikcom di lokasi.
Perumahan The Arthera Hill 2, Bekasi Foto: Sekar Aqillah Indraswari
Lokasi The Arthera Hill 1 dengan The Arthera Hill 2 menurut perhitungan Google Maps sekitar 1 km. Pantauan detikcom, banjir di The Arthera Hill 2 sudah sepenuhnya surut. Bahkan ada beberapa pembangunan sedang dilakukan di kanan dan kiri perumahan, termasuk pembangunan The Arthera Hill 2 tahap 5.
Kondisi jalan menuju ke lokasi The Arthera Hill 2, tidak begitu besar, tetapi jalanannya rata dan telah dicor. Beberapa blok terlihat ramai warga yang berkumpul di depan rumah dan ada pula tukang-tukang yang tengah bekerja. Di satu sisi, beberapa blok terlihat sepi, pintu rumah tertutup dengan dinding fasad yang tak lagi bersih.
Menurut beberapa warga, beberapa pemiliknya tengah bekerja dan ada pula yang memang tengah mengungsi ke kontrakan di dekat perumahan tersebut.
Rumah di The Arthera Hill 1 dan 2 memiliki luas yang sama yakni 34 meter persegi untuk luas bangunan dan 60 meter persegi untuk luas lahan. Harga jualnya adalah Rp 185 juta per unit. Rumah tersebut terdiri dari 2 kamar tidur, dapur, kamar mandi, dan ruang tamu. Fasad bagian depan telah dicat warna coklat dan hijau lime. Selain itu, bagian teras dan carport sudah dilengkapi dengan kanopi.
Salah satu warga, Adam, mengungkapkan mereka tidak boleh meninggikan rumah sebelum 5 tahun tinggal di sana. Namun, mereka diperbolehkan untuk menambahkan pagar, kanopi di depan dan dapur.
Adam membantu tim detikcom menuju lokasi sumber luapan air berasal yakni water pond di samping perumahan tersebut. Water pond ini mirip dengan waduk, bentuknya seperti huruf L yang memanjang ke belakang perumahan.
Saat kami sampai, ketinggian air di dalam tanggul tersebut dalam kondisi aman. Namun, pagar pembatas antara water pond dengan area perumahan memang pendek.
Perumahan The Arthera Hill 2, Bekasi Foto: Sekar Aqillah Indraswari
Adam menyebut air di dalam waduk yang meluap dibuang menggunakan alat khusus yang berada di pinggiran tanggul. Alat tersebut disiapkan oleh pihak pengembang, PT Prisma Inti Propertindo.
Beberapa meter di belakang tanggul tersebut terdapat kali Cikarang. Pemisah antara kali dan water pond hanya berupa tanggul dari tanah yang saat ini telah bercampur dengan lumpur. Belum ada dinding beton permanen yang kokoh untuk menahan air kali. Saat terjadi luapan dari air limpahan Bogor, tanggul tanggul tanah tersebut tidak bisa menahan air masuk ke water pond. Air pun meluap hingga ke permukiman warga.
"Water pond ini 2 persen dari total luas perumahan dan mereka berasumsi ini aman. Padahal kenyataannya, ketika terjadi hujan cukup deras saja, selang waktu setengah jam, ini sudah meluap. Bahkan ke blok rumah saya itu tergenang. Sudah masuk rata dengan pintu," ungkap Adam.
Perumahan The Arthera Hill 2, Bekasi Foto: Sekar Aqillah Indraswari
Sisa-sisa banjir masih terlihat di perumahan The Arthera Hill 2 meski sudah seminggu sejak kejadian. Endapan lumpur masih tertinggal di beberapa halaman warga, rumah di area hook pinggirannya masih terlihat lumpur dan sampah, fasad rumah hingga ke atas atap masih terlihat jelas bekas air berwarna coklat.
Pada beberapa rumah terdapat tumpukan barang yang kotor terkena lumpur yang dibiarkan di halaman. Selokan di sekitar tanggul juga tidak begitu dalam dan airnya berwarna abu-abu.
Adam menyampaikan banjir minggu lalu merupakan kejadian kelima sejak perumahan The Arthera Hill 2 tahap I mulai ditempati. Bahkan banjir ke 4 dan 5 berlangsung hanya berselang 4 hari. Dengan ketinggian sekitar 3 meter yang hampir menenggelamkan 300 rumah di sana.
"(Banjir ke-2 kapan?) Sekitar 20 November 2024. Jadi selang waktunya itu berdekatan. (Banjir) Pertama ke kedua selang satu hari. Kedua ke ketiga itu selang sekitar satu minggu," sebut Adam.
Sementara itu, akses menuju perumahan The Arthera Hill 2 hanya bisa dilalui dengan kendaraan pribadi karena tidak ada angkutan umum yang melewati depan gerbang masuk perumahan.
Apabila mengikuti akses dari Google Maps, kamu akan melewati kawasan industri MM2100. Kemudian, masuk ke jalur tembusan yang kondisi jalannya tidak bagus, banyak jalan berlubang yang kanan dan kirinya berupa sawah, kebun, empang, dan permukiman warga yang tidak begitu padat.
Banjir setinggi 3 meter melanda perumahan The Arthera Hill 2 akibat tanggul jebol. Warga minta perbaikan infrastruktur untuk mencegah banjir berulang. [443] url asal
Perumahan The Arthera Hill 2 dilanda banjir setinggi 3 meter pada Selasa (4/3/2025) lalu. Luapan air berasal dari tanggul yang jebol. Lokasi tanggul tersebut tak jauh dari lingkungan perumahan.
Tanggul tersebut membatasi water pond dalam perumahan dengan Kali Cikarang yang ada di seberangnya. Saat terjadinya hujan lebat, debit air dari kali naik dan meluap hingga menyebabkan tanggul jebol. Air luapan tersebut masuk ke water pond hingga menyebabkan banjir setinggi 3 meter di area perumahan.
Menurut pengakuan salah satu warga terdampak, Adam, kepada detikProperti, Rabu (12/3/2025), jebolnya tanggul disebabkan strukturnya yang belum permanen. Tanah sekitar tanggul juga masih lembek, serta terdapat celah atau retakan pada dinding tanggul. Hal ini mengakibatkan tanggul tidak dapat menahan debit air yang meluap dari kali.
Sementara itu, Wakil Ketua Relawan KPBD Kab. Bekasi, Sandi, juga menyebut banjir diakibatkan oleh tanggul jebol.
"Karena mungkin di sini jugauntuk antisipasi itu berpikir nggak ada limpahan, tanggulnya itu belum kuat, kali sama ini (rumah) tinggian kali," kata Sandi.
Warga juga menyebut bahwa mereka tidak tahu ada kali saat akan membeli hunian di perumahan itu.
"Warga rata-rata hampir 90% nggak ada yang tahu kalau ada kali," ucap Gervi, warga lainnya.
"Kalau saya kemarin itu udah tau di sini ada kali. Tapi ngiranya jaraknya jauh, soalnya nggak masuk ke denah, Tapi ternyata pas kenyataanya, pas pinggir situ," ucap Hadi, salah satu warga, kepada detikProperti, Rabu (12/3/2025)
Sementara itu, pihak pengembang membantah adanya ketidaktahuan warga soal keberadaan sungai dekat perumahan.
"Tidak semua penghuni tidak tau, pastikan ya sales atau agen menjelaskan di lapangan maupun melalui pesan," ucap Bagian Humas dan Komunikasi PT Prisma Inti Propertindo, Nur Cahyo, kepada detikProperti, Rabu (12/3/2025)
Warga menambahkan tanggul dan water pond tidak ada saat perumahan The Arthera Hill 2 mulai dihuni. Berdasarkan penuturan Adam, tanggul dan water pond direncanakan setelah banjir kedua pada 20 November 2024 dan baru direalisasikan setelah banjir ketiga pada 27 November 2024.
Namun, menurut Nur Cahyo, tanggul dan water pond sudah dibangun sebelum perumahan dihuni warga sebagai kolam pengendalian banjir.
Sementara itu, water pond memiliki luas kurang lebih 2.257 meter persegi sesuai dengan rekom peil banjir yaitu 2 persen dari luas lahan dan kedalaman kurang lebih 2 meter.
Setelah mengalami 5 kali banjir selama satu tahun tinggal di The Arthera Hill 2, warga berharap agar pihak pengembang segera memperbaiki tanggul dan water pond yang menjadi penyebab utama banjir.
"Iya, untuk tanggul kita minta dipermanenkan dan untuk waterpon sebenarnya kita mintanya untuk dilebarkan gitu," ucap Adam.
Sementara itu, pihak pengembang menyatakan bahwa akan terus meningkatkan infrastruktur termasuk drainase yang ada di perumahan. Mereka juga berkomitmen menjaga komunikasi dengan warga untuk memastikan solusi yang efektif.