Menurut Dadan, program MBG di Papua Tengah sudah mulai berjalan per hari ini.
"Kalau saya sendiri tadi hanya melaporkan terkait dengan pelaksanaan program makan bergizi yang hari ini alhamdulillah sudah lengkap di 38 provinsi ya, karena yang Papua Tengah baru jalan hari ini," kata Dadan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (24/2/2025).
Menurut Dadan, total satuan pelayanan pemenuhan gizi kini ada 693 satuan di seluruh Indonesia.
"Jadi dalam waktu 1,5 bulan alhamdulillah sekarang sudah mencapai di 38 provinsi dan di 693 satuan pelayanan," ujarnya.
Dadan menambahkan, dalam satu minggu ini Badan Gizi Nasional dapat melayani 2 juta penerima manfaat.
"Dan minggu ini insya Allah sudah bisa melayani lebih dari 2 juta penerima manfaat," ucapnya.
Pemerintah resmi meluncurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin (6/1/2025).
Program ini disebut sebagai langkah besar dalam sejarah kebijakan sosial Indonesia untuk mengatasi masalah malanutrisi, stunting, serta mendorong penguatan ekonomi lokal.
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait diangkat menjadi Ketua dan Anggota Komite Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).
Hal ini tertera dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 5 Tahun 2025 tentang Keanggotaan Komite Tabungan Perumahan Rakyat.
Sebelumnya, posisi Maruarar atau Ara diisi oleh Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimuljono, yang sebelumnya mejabat sebagai Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun 2014-2024.
Berdasarkan Keppres tersebut, berikut daftar Keanggotaan Komite Tabungan Perumahan Rakyat periode 2024-2029:
Ketua merangkap Anggota: Menteri PKP Maruarar Sirait;
Anggota: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati;
Anggota: Menteri Ketenagakerjaan Yassierli;
Anggota: Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi; dan
Anggota Unsur Profesional: Eko Djoeli Heripoerwanto.
Sebagai informasi, dasar pelaksanaan Tapera adalah Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2024 tentang Perubahan atas PP Nomor 25 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Tapera.
PP 21 Tahun 2024 merupakan aturan turunan dari Undang-undang (UU) Nomor 4 Tahun 2016 tentang Tabungan Perumahan Rakyat.
Berdasarkan UU Tapera, pemberi kerja wajib mendaftarkan para pekerja sebagai peserta Tapera paling lambat tahun 2027.
Dengan begitu, peserta Tapera wajib menabung sebesar 3 persen dari total gaji atau penghasilan setiap bulannya ke Badan Pengelola (BP) Tapera.
Dari total 3 persen iuran Tapera, pekerja menanggung 2,5 persen dan sisanya 0,5 persen ditanggung oleh pemberi kerja.
Sedangkan untuk pekerja mandiri menanggung iuran tabungan seluruhnya yakni 3 persen dari total penghasilan per bulan.
Di sisi lain, Ara sempat mengatakan bahwa iuran Tapera seharusnya tidak bersifat wajib, melainkan sukarela.
Hal tersebut juga telah disampaikannya kepada Presiden Prabowo Subianto saat Rapat Terbatas (Ratas) di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (7/1/2025).
"Saya sudah undang Tapera (BP Tapera) dan saya laporkan juga tadi (ke Prabowo). Memang tabungan itu kan harusnya bersifat sukarela," tutur Ara, sapaan akrabnya, usai Ratas.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Demak resmi dimulai. Ribuan siswa menikmati menu sehat dengan menu: ayam, tumis buncis, buah, dan susu. Halaman all [344] url asal
MBG diselenggarakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Rizky Barokah di Desa Mlekang, Kecamatan Gajah, dengan menyediakan 3.381 porsi makanan bagi siswa di wilayah sekitar.
Menu perdana yang disajikan terdiri dari nasi putih, daging ayam, sayuran tumis buncis, wortel, tahu, buah jeruk, dan susu kotak.
Ahli Gizi SPPG Rizky Barokah, Elviana Agustina, menjelaskan bahwa menu yang diberikan sudah memenuhi takaran gizi yang diperlukan.
"Dalam satu ompreng itu ada karbohidratnya berupa nasi, terus ada protein hewani, terus protein nabati tempe atau tahu, terus ada sayur, sama buah, dan ada tambahan susu," kata Elviana, usai peluncuran SPPG.
Setiap porsi makanan dikemas dalam wadah atau ompreng dan dirancang mengikuti 10 siklus makanan pokok yang telah ditentukan.
Elviana juga menambahkan bahwa protein hewani yang disediakan bervariasi, termasuk daging ayam, telur, dan ikan.
"Untuk protein hewani di sini kita ayam, telur, ikan pilihannya," ujar dia.
Sementara itu, susu diberikan sebagai penunjang tambahan dalam program MBG dan direncanakan untuk disajikan dua kali dalam sepekan.
"Untuk susu sendiri di 10 siklus kita hadirkan 4 kali, dalam satu minggu kita ada dua kali susu," ujarnya lagi.
Sebagai informasi, MBG yang disediakan oleh SPPG Rizky Barokah didistribusikan kepada siswa di tingkat PAUD, SD, SMP, dan SMA di sekitar dapur utama dengan radius 5 kilometer.
DEMAK, KOMPAS.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Demak, Jawa Tengah, resmi diluncurkan pada Senin (24/2/2025) siang. Acara perdana ini berlangsung di Desa Mlekang, Kecamatan Gajah.
Sebanyak 3.381 porsi MBG disediakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Rizky Barokah untuk para siswa di sekitar wilayah tersebut.
Makanan bergizi ini didistribusikan kepada siswa di tingkat PAUD, SD, SMP, dan SMA dalam radius 5 kilometer dari lokasi SPPG.
Komandan Kodim Demak, Letkol Kav Maryoto, menyampaikan rasa syukurnya atas dimulainya program ini.
"Alhamdulillah, hari ini perdana launching makan bergizi gratis untuk anak sekolah. Jadi hari ini kita sudah resmi," kata Maryoto usai peluncuran SPPG di Desa Mlekang.
Ia juga menjelaskan bahwa program MBG di Demak akan terus berkembang dengan melibatkan lebih banyak SPPG di berbagai wilayah.
"Nanti ke depan kurang lebih ada 6 yang sifatnya mandiri, terus dari Kodim juga ada 1 yang masih on progress pembangunan 70 persen, nanti dari Bapak Kapolres juga ada menyiapkan lokasi pembangunan," ungkapnya.
Bahan baku makanan dan tenaga relawan SPPG dalam program ini memanfaatkan potensi yang ada di desa setempat.
"Kita maksimalkan potensi wilayah yang ada di sini, untuk relawan-relawan juga sekitar sini direkrut," ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Demak, Akhmad Sugiharto, menyatakan dukungannya terhadap program ini.
Ia mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak telah menyiapkan anggaran untuk mendukung program MBG, meskipun hingga saat ini belum digunakan.
"Kita juga sudah menyediakan anggaran karena perintah dari Kementerian sana, agar Pemda menyediakan anggaran dulu tapi sampai sekarang ini belum menggunakan anggaran tersebut," kata Sugiharto.
Ia berharap program MBG dapat memenuhi kebutuhan gizi siswa dan membentuk generasi unggul di masa depan.
"Harapan kita semua, makanan bergizi ini nantinya yang diteken Pak Presiden betul-betul membentuk generasi Indonesia, generasi emas, untuk Indonesia Emas," harapnya.
Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait membidik aset eks Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) di wilayah Karawaci untuk program 3 juta rumah.
Ara menjelaskan, total luas lahan eks BLBI di Karawaci itu mencapai 3,7 hektare yang terdiri dari 3,5 hektare pada satu hamparan dan sisanya di beberapa lokasi. Di mana, lokasinya tepat berdekatan dengan pengembangan kawasan Lippo Karawaci.
"Sepintas saya melihat area yang bagus ini ide saya ada gabungan komersial dan MBR nantinya. Di kawasan ini banyak juga milenial, kampus, rumah sakit, mungkin bisa untuk tenaga medis, tenaga pengajar," kata Ara dalam keterangan resmi, dikutip Senin (4/2/2025).
Lebih lanjut, Ara memastikan bahwa area lahan tersebut telah clean and clear dan tidak diokupansi oleh masyarakat.
Sejalan dengan hal itu, pada hari ini, Senin (24/2/2025) Ara mengaku bakal bertemu dengan Kepala Badan Bank Tanah untuk membahas tindak lanjut mengenai konsep pembangunan perumahan di area-area eks BLBI dan tanah negara lainnya agar semua yang dilakukan pemerintah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Direktur Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan Rionald Silaban menjelaskan bahwa aset tersebut nilainya mencapai Rp495 miliar.
“Ini 1 hamparannya ada 3,5 hektare. Tapi ini ada hamparan kecilnya nanti kita satukan totalnya jadi 3,7 hektare dengan nilai aset sebesar Rp495 miliar,” jelasnya.
Selain mendukung pemberian aset eks BLBI tersebut, Kementerian Keuangan juga sebelumnya berkomitmen untuk melakukan penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) guna mendukung pembiayaan program 3 juta rumah.
Rencana tersebut disampaikan dalam konferensi pers antara Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Wakil Menteri BUMN Dony Oskaria, dan Ketua Komisi XI DPR M. Misbakhun di Kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat pada Kamis (20/2/2025) malam.
Sri Mulyani menjelaskan bahwa APBN akan mendukung masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) agar bisa mempunyai rumah pribadi. Untuk memaksimalkan upaya tersebut, sambungnya, Kementerian Keuangan pun berencana menerbitkan surat utang demi target tiga juta rumah bisa tercapai.
"Kami hari ini juga berdiskusi untuk meningkatkan kemampuan dalam mendukung MBR ini, dengan penerbitan surat berharga negara [SBN] perumahan," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers.
Jakob Fugger mendirikan perumahan sosial di Augsburg pada 1521 dengan harga sewa Rp 15.000/tahun. Harga sewa dan kriteria penyewa tetap sama selama 5 abad. [452] url asal
Pengusaha sukses Jakob Fugger mendirikan perumahan sosial di Kota Augsburg, Jerman pada 1521. Perumahan itu diperuntukkan buat masyarakat miskin, sehingga harga sewanya sangat murah.
Content creator Akasa Dinarga sempat berkunjung ke perumahan sosial tertua di dunia itu. Ia menceritakan rumah-rumah di sana disewakan seharga 88 sen Euro atau sekitar Rp 15 ribu (kurs Rp 17.085) per tahun.
"Ada pengusaha kaya dari kota Augsburg ini. Dia mau buat perumahan sosial yang digunakan untuk orang yang beragama Katolik dan kurang mampu. Dan dia membuat aturan karena itu perumahannya dia kan," ujar Akasa kepada detikProperti belum lama ini.
Terdapat 67 bangunan yang dihuni oleh 142 orang di perumahan ini. Dalam satu rumah bisa diisi oleh beberapa keluarga. Huniannya berbentuk rumah tapak sebagaimana bangunan zaman dulu.
Harga Sewa Tak Pernah Naik Selama 5 Abad
Harga rumahnya memang tidak berubah selama lebih dari 500 tahun. Peraturan yang berlaku di perumahan ini juga tetap dipertahankan sejak pertama kali berdiri.
"Dia mau memberikan kembali kepada komunitas sebagai pengusaha yang kaya, sebagai penganut agama Katolik yang kuat. Dia ingin memberikan kekayaannya pada yang membutuhkan di kota itu," katanya.
Tentunya, harga sewa Rp 15 ribu per tahun tidak termasuk dengan biaya utilitas. Meski perumahan tua, rumahnya dilengkapi penghangat, internet, dan listrik layaknya zaman rumah zaman sekarang.
Dilansir dari situs resmi Fuggerei, Jakob Fugger menjalankan tradisi umat Kristiani, yakni donasi sebagai bentuk tanggung jawab kepada Tuhan dan masyarakat. Pada saat itu, yayasan amal merupakan menunjukkan kehormatan dan kedudukan sosial, khususnya bagi keluarga pedagang yang sukses.
Ia pun mendirikan perumahan sosial Fuggerei atas nama saudara laki-lakinya yang telah wafat saat itu, yakni Ulrich dan Georg. Hal itu menjadi bentuk untuk beramal bersama.
Umat Katolik percaya pada api penyucian sebagai pemurnian jiwa. Donasi, pengampunan dosa, dan penyesalan dosa dapat membantu proses api penyucian.
Kriteria Calon Penyewa Rumah
Tinggal di rumah yang harga sewanya terjangkau tentu menjadi idaman banyak orang. Namun, ia menyebutkan ada empat syarat atau kriteria calon penyewa yang harus dipenuhi kalau mau tinggal di Fuggerei.
Kriteria pertama adalah orang itu harus beragama Katolik. Mengingat, Jakob Fugger merupakan penganut agama Katolik yang kuat.
Kedua, orang tersebut merupakan warga kota Augsburg. Ketiga, orang itu membutuhkan rumah yang terjangkau, sehingga memang tergolong sebagai masyarakat kurang mampu.
"Yang keempat, mereka mau berdoa untuk keluarga Jakob Fugger ini. Mereka harus ada ibadah sehari sampai tiga kali," tuturnya.
Perumahan ini juga sudah dilengkapi dengan gereja untuk warga setempat beribadah. Lalu, ada bunker dari masa Perang Dunia II. Kemudian, ada museum yang menceritakan kisah pendiri perumahan itu.
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini
Polisi mengungkap perampokan di Jimbaran yang mengakibatkan kematian Kartini (57) dan luka parah pada anaknya, Dika. Penyelidikan terus dilakukan. [947] url asal
Polisi menemukan titik terang perampok yang menyasar rumah Nomor 6 di Blok III Perumahan Kori Nuansa Barat, Kelurahan Jimbaran, Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Perampok itu membunuh seorang penghuni rumah bernama Kartini (57), pukul 03.10 Wita, Minggu (23/2/2025). Anak Kartini, Dika (25), mengalami luka parah dianiaya pelaku.
Kapolsek Kuta Selatan, Kompol I Gusti Ngurah Yudistira, mengatakan polisi sudah memburu keberadaan pelaku sejak awal dilaporkan. Empat mobil polisi menyebar di sekitar permukiman itu seusai laporan diterima. Polisi juga sudah mendatangi rumah Kartini.
"Ya, masih kami selidiki. Sempat kami kirim empat armada (empat mobil polisi)," kata Yudistira ditemui detikBali.
Periksa Tetangga dan Kuli Bangunan
Seusai tiba di rumah Kartini, polisi langsung melakukan penyelidikan. Sejumlah saksi seperti tetangga Kartini dan kuli bangunan rekan seprofesi terduga perampok turut diperiksa.
Setelah meminta keterangan sejumlah saksi, ciri-ciri perampok itu menjadi bekal polisi memburunya. Hanya saja, Yudistira enggan membeberkan lebih jauh soal perburuan itu.
Terkait barang apa saja yang digasak perampok saat menyatroni rumah Kartini, Yudistira juga masih irit bicara. Motif belum dapat diketahui selama perampoknya belum tertangkap.
"Yang pasti, beberapa saksi sudah kami periksa. Tapi, kami belum dapat memastikan apa yang hilang. Motifnya juga masih kami dalami," kata Yudistira.
Tetangga Beberkan Ciri Fisik Perampok
Pak Jo (50), begitu nama panggilannya, adalah tetangga yang sempat dimintai tolong oleh anak Kartini, Dika. Setelah tahu tetangganya baru saja dirampok dan dianiaya, dia baru ingat ada proyek bangunan di belakang rumah Dika.
Jo teringat hal itu karena mendengar suara seperti orang melompat dan jatuh dari ketinggian. Lalu, Jo bergegas menuju lokasi proyek bangunan itu.
Awalnya, dirinya tidak mendapati seorang pun di lokasi proyek bangunan itu. Tak lama, dia melihat ada tiga kuli bangunan. Mulailah Jo bertanya apakah ada orang yang melompat dan lari melewati proyek bangunan itu.
"Lalu, (Jo melihat) ada yang duduk satu. Saya tanya, berapa orang (yang tinggal di proyek bangunan itu). Dijawab, tiga orang. Terus saya tanya ada suara teriakan, ngakunya dia dengar," kata Jo.
"Terus saya tanyain ada orang lari ke sini. Katanya, ada teman saya. Dia nggak ada, tapi tiba-tiba ada di sini. Dia ambil baju-bajunya, kata kuli bangunan yang di situ," imbuhnya.
Tampang Pelaku
Setelah tahu itu rekan kerja si perampok, Jo meminta kuli bangunan itu menghubunginya. Sempat dia melihat tampang si perampok itu dari profil foto WhatsApp di ponsel teman kuli bangunannya.
Warna kulit terang, rambut cepak biasa, postur tubuh agak kekar, dan tinggi badan sekitar 160 sentimeter. Jo mengaku diberi tahu Dika bahwa perampok itu kukunya panjang, memakai jaket warna hitam, dan celana pendek.
"Pakai jaket hitam, celana pendek, badan tegap agak berotot. Dia pendek, masih muda orangnya. Kukunya panjang, rambut, cepak biasa. Tinggi sekitar 160 sentimeter," ungkap Jo
Jo sempat meminta kuli bangunan itu menghubungi terduga perampok itu. Namun, tak digubris. Lalu, kuli bangunan itu kembali menghubungi temannya dengan pesan WhatsApp. Tak lama, dia mendapat balasan pesan Whatsapp dari temannya itu yang mengatakan dia pergi ke Ubud.
"Temannya sempat WhatsApp (terduga) pelaku. Dibalas, katanya ke Ubud. (Kerja) di sini gaji kecil," kata Jo.
Kronologi Perampokan
Jo menjelaskan peristiwa berdarah itu berawal saat istri Jo sedang nongkrong seorang diri di teras rumahnya. Pukul 03.10 Wita, istri Jo mendengar ada suara gaduh di rumah Kartini dan Dika.
Kartini awalnya tidak menggubris. Dia hanya masih berpikir ada tetangganya di sebelah rumah Dika di sisi barat yang sedang cekcok. Kemudian, dia mendengar suara seperti ada benda dihantamkan ke benda lain.
Saat itu, istri Jo belum sadar jika tetangga sebelah rumahnya sedang dirampok. Barulah saat ada teriakan minta tolong, istrinya bereaksi dan membangunkannya.
"Kejadiannya jam 03.20 (Wita). Anaknya (Dika) baru minta tolong jam 4. Ada suara gaduh. Kayak orang berantem. Ada suara minta tolong. Baru istri saya lari panggil saya," kata Jo.
Saat itu, Dika berteriak minta tolong. Jo menuturkan Dika meminta bantuan dirinya untuk menolong ibunya yang sedang sekarat di atas meja.
"Sepertinya memang habis dirampok. Tapi saya nggak tahu apakah ada barang yang hilang. Si anaknya (Dika) nggak bisa ngomong, karena masih trauma," katanya.
Jo lalu bergegas mengeluarkan mobilnya dan membawa Kartini ke rumah sakit. Sayang, Kartini tewas sebelum sempat dievakuasi ke rumah sakit.
Dika juga menjadi korban penganiayaan oleh perampok itu meski tak sampai tewas. Dia juga dievakuasi ke RS Bali Jimbaran untuk menjalani perawatan medis di wajahnya.
"Anaknya ngaku dicekek. Mukanya bonyok. Mukanya memar semua," tuturnya.
GUNUNGKIDUL , iNewsPantura.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Gunungkidul kini diperluas dengan bertambahnya satu sekolah penerima manfaat. Setelah sebelumnya dilaksanakan di SDN 1 Wonosari dan SMPN 1 Wonosari, kini SMKN 3 Wonosari juga turut serta dalam program ini.
Komandan Kodim 0730 Letkol Inf Roni Hermawan mengungkapkan bahwa penambahan sekolah ini dilakukan setelah evaluasi pelaksanaan perdana di dua sekolah sebelumnya pada Senin (17/2/2025). "Dari evaluasi itu, kami mulai memperbaiki kendala-kendala yang ada. Dan akhirnya, pada Kamis (20/2/2025), kami melakukan perluasan layanan ke SMKN 3 Wonosari. Alhamdulillah, sejauh ini berjalan lancar," ujarnya.
Di SMKN 3 Wonosari, program MBG menyasar 1.194 siswa. Namun, dalam pelaksanaan perdananya, hanya 700 siswa yang dapat dilayani karena 494 siswa lainnya sedang menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL).
Dengan bertambahnya satu sekolah ini, tersisa satu sekolah lagi dalam target program MBG, yaitu SMAN 1 Wonosari. Letkol Roni menambahkan bahwa pelaksanaan MBG di sekolah tersebut masih menunggu kesiapan dan evaluasi lebih lanjut. "Kami mengutamakan kualitas dibandingkan kuantitas. Jika sudah sesuai dengan harapan dan tidak ada kendala, program ini akan ditingkatkan kembali," jelasnya.
Saat ini, pendanaan program MBG sepenuhnya berasal dari pemerintah pusat melalui Badan Gizi Nasional. Program ini dijalankan melalui dapur sehat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kodim 0730/Gunungkidul, yang menyasar sekitar 3.000 orang di empat sekolah yang menjadi pilot project, yakni SDN 1 Wonosari, SMPN 1 Wonosari, SMAN 1 Wonosari, dan SMKN 3 Wonosari.
"Jika mekanisme pelayanan semakin matang dan tidak ada kendala evaluasi, maka target layanan SPPG akan diperluas, termasuk mencakup ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di sekitar dapur sehat," tambahnya.
Terkait pelaksanaan MBG selama Ramadan, Letkol Roni menyebutkan bahwa pihaknya masih menunggu petunjuk teknis lebih lanjut. "Untuk puasa kami belum monitor, masih menunggu arahan. Jika tetap berjalan, makanan akan disesuaikan dengan kebutuhan berbuka puasa," tandasnya.
Permintaan rumah layak huni setiap tahunnya di Indonesia, termasuk di Provinsi Kalimantan Barat, terus meningkat sejalan dengan laju pertumbuhan ... [1,535] url asal
Pontianak (ANTARA) - Permintaan rumah layak huni setiap tahunnya di Indonesia, termasuk di Provinsi Kalimantan Barat, terus meningkat sejalan dengan laju pertumbuhan penduduk.
Jumlah penduduk di Provinsi Kalbar pada 2024 berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) sebesar 6,55 juta jiwa dengan laju pertumbuhan 1,28 persen per tahun. Sementara berdasarkan data Real Estate Indonesia (REI) Kalbar, hingga saat ini backlog rumah atau rumah yang harusnya dibangun untuk memenuhi kebutuhan sudah mencapai 13.000 unit untuk 14 kabupaten atau kota di Provinsi Kalbar.
Kebutuhan rumah layak huni, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), di Kalbar didominasi di kawasan perkotaan karena ada perpindahan penduduk untuk bekerja, belajar, berusaha serta lainnya.
Terjadinya backlog 13.000 perumahan di Provinsi Kalbar tersebut bukan hanya terjadi karena ketidakmampuan pengembang dalam membangun rumah, namun karena kuota program Kredit Perumahan Rakyat (KPR) subsidi yang masih terbatas. Pada sisi lainn, permintaan rumah tertinggi masih didominasi rumah subsidi.
Dengan persoalan yang ada, program tiga juta rumah yang tengah digalakkan pemerintah sebagai wujud dari Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden, Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka, diharapkan dapat menjadi jawaban adanya rumah murah dan layak huni bagi masyarakat.
Hadirnya program tersebut juga bisa menjadi langkah signifikan dalam mengurangi defisit perumahan atau menyediakan rumah layak huni bagi masyarakat ekonomi bawah serta memperbaiki kesejahteraan dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
Program tiga juta rumah menyasar individu yang sudah berkeluarga namun berpenghasilan di bawah Rp8 juta atau Rp7 juta per bulan untuk yang belum berkeluarga. Selain itu, calon penerima KPR subsidi merupakan orang yang belum pernah menerima subsidi pembiayaan perumahan dari pemerintah.
Dengan kuota rumah subsidi yang semakin besar, tenor kredit mencapai 20 tahun dan kemudahan dalam banyak hal, program KPR subsidi tiga juta rumah dapat menjadi angin segar bagi MBR untuk memiliki rumah layak huni.
Mimpi pasangan muda
Memiliki rumah sendiri adalah impian dari setiap pasangan muda untuk membangun bahtera rumah tangga yang mandiri dan berdikari.
Impian tersebut bagi sebagian atau bahkan mayoritas pasangan muda tidak semudah membalikkan telapak tangan. Mereka baru merintis kerja atau usaha.
Pasangan Rara - Ridwan contohnya. Sebelum memiliki rumah impian harus menguatkan tekad dan mimpi.
Dengan hadirnya program Kredit Perumahan Rakyat (KPR) subsidi yang digelontorkan pemerintah dan lebih progresif dari sejuta rumah kini menjadi program tiga juta rumah, membuat pasangan muda bisa mengakses kepemilikan rumah subsidi tersebut.
Bank Tabungan Negara (BTN) menjadi di antara penyalur KPR subsidi dengan kemudahan layanan dan jaringan yang luas. Melalui KPR BTN akhirnya Rara - Ridwan bisa memiliki rumah impian.
Ridwan menceritakan dengan uang muka Rp5 juta dan tenor kredit bisa mencapai 20 tahun dari KPR BTN membuatnya mampu dan berani untuk membeli rumah tipe 36 di Parit Gaduh, Kubu Raya, Kalimantan Barat.
Menurutnya, tanpa ada KPR subsidi dari pemerintah sulit baginya memiliki rumah bagi pasangan muda seperti dia. Tanpa KPR subsidi bisa jadi dia harus mengontrak rumah, sewa rumah, atau bahkan menumpang di rumah orang tua atau mertua, karena pendapatan yang pas - pasan.
"Tanpa KPR BTN, mungkin mimpi memiliki rumah hanya sekadar impian. Namun, alhamdulillah ada program subsidi rumah dari pemerintah, kami dan mungkin pasangan muda lainnya bisa memiliki rumah yang layak huni untuk merintis rumah tangga," ujarnya saat ditemui Kubu Raya
Mengambil rumah melalui skema KPR subsidi BTN oleh Rara dan Ridwan menjadi langkah awal pasangan muda tersebut untuk mengarungi hidup lebih baik karena kebutuhan dasar yakni papan sudah terpenuhi.
Pembukaan lahan perumahan baru di Kota Pontianak (ANTARA/Dedi)
Semangat membangun
Pengembang perumahan Kota Raya, Mansur mengaku dengan adanya program tiga juta rumah menjadi lebih semangat untuk membangun rumah subsidi, karena banyak dukungan dan kemudahan perizinan, restribusi serta lainnya. Bahkan ada yang gratis untuk percepatan realisasi program tersebut.
Menurut dia, program yang dicanangkan menjadi langkah baik untuk mengatasi backlog perumahan yang saat ini mencapai 12 juta di Indonesia dan 13.000 di Kalbar. Pada 2024 kuota rumah subsidi di Kalbar hanya 166.000 unit. Kuota tersebut ludes hingga Juni 2024. Sedangkan pada 2025 kuota rumah subsidi di Kalbar 220.000 unit dan diprediksikan habis hingga Oktober 2025.
Selaku pengembang dia menilai perlu komitmen bersama dan kolaborasi agar sejumlah tantangan program tiga juta rumah di Kalbar bisa diselesaikan. Tantangan itu di antaranya pasokan listrik, perizinan dan kemudahan dalam layanan perbankan.
"Tapi kami yakin dengan ambisi pemerintah untuk memulai program tiga juta rumah suatu langkah yang perlu diapresiasi demi keberlangsungan layak hidup masyarakat banyak yang lebih baik. Pengembang mendukung ini dan siap berkolaborasi," ucapnya
REI Kalbar mendukung
Pengembang perumahan yang tergabung dalam Real Estate Indonesia (REI) Kalbar siap menjadi mitra pemerintah dalam menyukseskan program pembangunan tiga juta rumah subsidi untuk MBR.
Dukungan yang ada sejalan dengan surat keputusan bersama (SKB) tiga menteri tentang program tiga juta rumah. Adanya SKB tiga menteri tersebut sebagai upaya pemerintah yang melibatkan pengembang properti untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau melalui skema rumah subsidi.
"DPD REI Kalbar siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam merealisasikan target tersebut, khususnya di wilayah Kalbar," ujar Ketua REI Kalbar, Baharudin.
Dalam SKB tiga menteri yaitu Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Menteri Pekerjaan Umum dan Menteri Dalam Negeri menjelaskan tentang pembebasan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) bagi MBR.
Kemudian, ada pembebasan biaya retribusi persetujuan bangunan gedung (PBG) untuk MBR dan percepatan penerbitan PBG untuk perumahan subsidi khusus untuk MBR .
Program tiga juta rumah kali ini benar- benar memberikan kemudahan MBR dalam memiliki rumah yang layak huni.
Dengan SK tiga menteri tersebut diharapkan kuota rumah subsidi untuk Kalbar bertambah. Pada 2023 , untuk REI Kalbar ada 6.000-an unit dan 2024 turun menjadi 5.000-an unit.
Saat ini ada 2.000 calon pembeli dari MBR yang tidak bisa akad karena kuota subsidi sudah habis. Untuk program tiga juta rumah ini, harapannya kuota bertambah.
Tidak kalah penting, perlu perubahan aturan syarat MBR yang bisa membeli rumah subsidi di mana sebelumnya gaji di bawah Rp8 juta.
"Kita harap bisa dinaikkan batas gaji maksimal MBR yakni antara Rp12 juta hingga Rp15 juta. Kalau batas maksimal Rp8 juta suami istri itu terlalu kecil," ucapnya.
KPR BTN
BTN selaku bank penyalur kredit perumahan bersubsidi berkomitmen untuk menyukseskan program yang sangat membantu MBR tersebut.
BTN memiliki peran sentral dalam mendukung program tiga juta rumah yang dicanangkan oleh pemerintah. BTN berkomitmen penuh untuk menyediakan akses KPR subsidi bagi MBR termasuk kelompok pekerja informal.
Sebagai bank yang memiliki fokus utama pada pembiayaan perumahan, BTN terus berupaya memastikan bahwa program ini dapat diakses secara merata dan tepat sasaran sehingga dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Terkait langkah atau kemudahan bagi MBR untuk KPR, BTN telah menyiapkan berbagai strategis seperti proses pengajuan kredit yang lebih cepat dan sederhana dengan persyaratan yang mudah dipenuhi. Kemudian ada layanan khusus melalui Web BTN Properti dan BTN Mobile atau yang saat ini disebut Bale by btn untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi dan mengajukan KPR.
Selanjutnya, ada inovasi layanan digital seperti BTN Property Online dan BTN Mobile Apps yang memungkinkan nasabah melakukan pengajuan KPR secara mandiri. Tidak kalah penting program edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai prosedur dan manfaat KPR subsidi digalakkan.
"BTN juga terus berinovasi dengan menyediakan produk-produk KPR yang disesuaikan dengan kebutuhan MBR, termasuk fleksibilitas dalam pembayaran dan suku bunga yang terjangkau," kata Deputi Bisnis BTN Area Kalbar, Dafit Prabowo.
Terkait target penyaluran KPR subsidi di Kalbar pada 2025, BTN menargetkan penyaluran KPR sebesar 5.500 unit. Target itu sejalan dengan komitmen BTN untuk mendukung program pemerintah dalam menyediakan rumah yang layak bagi masyarakat, khususnya di wilayah Kalbar.
Pada tahun sebelumnya yakni 2024, BTN telah berhasil merealisasikan penyaluran KPR subsidi di Kalbar sebesar 3.550 unit. Kembali, capaian tersebut menjadi bukti nyata dari komitmen BTN dalam mendukung program tiga juta rumah serta meningkatkan akses perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah di wilayah tersebut.
Kolaborasi BTN dengan mitra untuk untuk percepatan realisasi program tiga juta rumah di Kalbar menjadi kunci. Untuk itu lah
BTN terus menjalin kolaborasi strategis dengan berbagai mitra, termasuk pengembang perumahan, pemerintah daerah, dan lembaga terkait, untuk mempercepat realisasi program tersebut. Beberapa bentuk kolaborasi yang dilakukan antara lain kerjasama dengan pengembang perumahan untuk menyediakan unit rumah yang memenuhi kriteria KPR subsidi.
Selanjutnya sinergi dengan pemerintah daerah dalam hal sosialisasi dan pendataan calon penerima KPR subsidi dan pelibatan lembaga keuangan non-bank dan asosiasi properti maupun asosiasi lainnya untuk memperluas jangkauan program.
BTN berupaya memastikan bahwa program dapat berjalan efektif dan tepat sasaran sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat Kalbar. BTN berkomitmen untuk menjadi mitra terpercaya bagi pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan program perumahan yang inklusif dan berkelanjutan,.
Hapus BPHTB
Untuk mendukung program perumahan ini, Pemerintah Kota Pontianak menindaklanjuti kebijakan pemerintah pusat terkait penghapusan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bagi rumah bersubsidi.
Pemkot Kalbar siap mengikuti aturan dari pemerintah pusat untuk menghapus BPHTB dan PBG bagi MBR. Langkah itu diambil untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat dan memastikan kebijakan pusat berjalan dengan baik di tingkat daerah.
Penghapusan atas kebijakan diberlakukan yang ada khusus untuk rumah bersubsidi. Sementara itu untuk rumah mewah dan menengah ke atas tetap harus membayar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dengan adanya kebijakan penghapusan BPHTB dan PBG bagi rumah bersubsidi ini, Pemkot Pontianak berharap dapat mendukung program perumahan subsidi yang lebih terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah, sejalan dengan arahan dari pemerintah pusat.
Semoga ribuan atau bahkan jutaan pasangan muda, MBR atau masyarakat lainnya di seluruh pelosok negeri, dapat menikmati program pengadaan tiga juta rumah ini.
Arrayan Group sukses memasarkan112 unit Socia Garden Karawang melalui Pemilihan Nomor Urut Pemesanan (NUP) tahap kedua, Sabtu, 22 Februari 2025. Halaman all [413] url asal
KOMPAS.com -Arrayan Group sukses memasarkan 112 unit Socia Garden Karawang melalui Pemilihan Nomor Urut Pemesanan (NUP) tahap kedua, Sabtu, 22 Februari 2025.
Calon pembeli tidak hanya berkesempatan memilih unit-unit yang diidamkan tetapi juga dapat langsung melakukan akad.
Menggabungkan launching sekaligus akad kredit massal dalam satu kegiatan merupakan terobosan baru yang dilakukan oleh pengembang properti.
Terobosan ini dilakukan dalam rangka ulang tahun pertama Kawasan Perumahan Socia Garden Karawang.
Commercial & Retail Marketing Director Arrayan Group, Stephanie Nany Ratnawati mengungkapkan, kesuksesan akad instan saat penawaran perdana tahap dua tidak terlepas dari dukungan penuh BNI Kator Cabang Jababeka dan Karawang serta BTN Syariah.
“Pengumpulan NUP dilakukan sejak awal Januari, kami sukses sold out sebanyak 112 rumah dengan harga Rp 400 jutaan per unit," ungkap Stephanie.
Kawasan perumahan ini mengusung konsep hunian "Green and Smart Living". Selain penyediaan ruang terbuka hijau lebih banyak, Socia Garden Karawang juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang gaya hidup kekinian.
Kawasan perumahan seluas 17 hektar ini berada di wilayah yang tengah berkembang di Karawang, Jawa Barat, tepatnya Jalan Raya Lingkar Tanjungpura, Palumbonsari, Kecamatan Karawang Timur.
Selain berbatasan langsung dengan Cikampek dan Bekasi, Karawang Timur juga tidak jauh dari Purwakarta dan Bandung.
Stephanie meyakini wilayah ini menawarkan berbagai keuntungan menarik bagi penduduk sekitar mapun investor properti, lantaran didukung kawasan industri dengan Upah Minimun Regional (UMR) terbaik di Indonesia.
Selain itu, Karawang Timur juga didukung ketersediaan infrastruktur wilayah yang memadai dan terintegrasi.
Aksesibilitas masyarakat menuju kawasan tergolong cukup mudah dengan kelengkapan infrastruktur transportasi umum seperti jalan tol, LRT, MRT, dan Kereta Cepat Whoosh yang melintasi Karawang.
Ada pun pemasaran tahap pertama sebanyak 367 unit dam dijadwalkan serah terima pada April 2025.
Arrayan Group optimistis keseluruhan hunian maupun ruko Socia Garden Karawang sebanyak 1.000 unit akan terjual habis tahun 2025.
“Sejak pertama dilncurkan, awal Maret 2024, kami terus berinovasi dalam pemasaran sehingga Socia Garden menjadi perumahan terbaik di Kota Karawang," tutup Stephanie.
Kebutuhan rumah di Karawang, Jawa Barat terus meningkat. Hal itu terbukti sebanyak 112 unit rumah di Socia Garden Karawang terjual habis hanya dalam hitungan jam.... | Halaman Lengkap [337] url asal
JAKARTA - Kebutuhan rumah di Karawang, Jawa Barat terus meningkat. Hal itu terbukti sebanyak 112 unit rumah di Socia Garden Karawang terjual habis. Di Socia Garden Karawang, masyarakat yang membeli tidak hanya berkesempatan memilih unit-unit yang diidamkan, tetapi juga dapat langsung melakukan akad. Menggabungkan launching sekaligus akad kredit massal dalam satu kegiatan merupakan terobosan baru yang dilakukan oleh Arrayan Group, pengembang properti.
Commercial & Retail Marketing Director Arrayan Group Stephanie Nany Ratnawati mengungkapkan, kesuksesan akad instant saat penawaran perdana tahap dua tidak lepas dari dukungan perbankan. "Kami sukses sold out sebanyak 112 unit. Kami ucapkan terima kasih kepada konsumen yang telah memilih Socia Garden Karawang," ucapnya dikutip Minggu (23/2/2025).
Menurut dia kawasan perumahan seluas 17 hektar ini berada pada wilayah paling strategis dan terus berkembang di Karawang, Jawa Barat, tepatnya Jalan Raya Lingkar Tanjungpura, Palumbonsari, Kecamatan Karawang Timur. Selain berbatasan langsung dengan Cikampek dan Bekasi, Karawang Timur juga tidak jauh dari Purwakarta dan Bandung.
"Lokasi kami berjarak hanya beberapa menit dari pusat kota Karawang," imbuhnya.
Dia optimistis wilayah ini menawarkan berbagai keuntungan menarik bagi penduduk sekitar mapun investor properti, lantaran didukung kawasan industri dengan upah minimun regional (UMR) terbaik di Indonesia. Selain itu, Karawang Timur juga didukung ketersediaan infrastruktur transportasi yang memadai dan terintegrasi, seperti jalan tol, LRT, MRT, dan Kereta Cepat Whoosh yang melintasi Karawang.
Di Socia Garden Karawang dikelilingi jogging track dan area terbuka hijau, bahkan tersedia club house dan kolam renang untuk menambah kebugaran setiap penghuni. Seiring dengan dengan ketersediaan fasilitas komersial dan rumah sakit dalam kawasan, ke depan perumahan ini bakal bersinar di Kota Karawang.
Pemasaran tahap pertama sebanyak 367 unit disusul pemasaran tahap kedua yang sold out dalam waktu singkat adalah bukti nyatanya. "Unit-unit rumah di tahap pertama akan kami serahterimakan pada April 2025," kata dia.
Dengan harga yang relatif terjangkau mulai Rp400 jutaan per unit, Arrayan Group optimistis keseluruhan hunian maupun ruko Socia Garden Karawang sebanyak 1.000 unit akan terjual habis di tahun 2025. "Kami terus berinovasi dalam pemasaran sehingga menjadi perumahan terbaik di Kota Karawang," jelasnya.
Perumahan sosial di Augsburg, Jerman menawarkan tempat tinggal bagi orang tidak mampu. Harga sewa rumahnya hanya 0,88 Euro atau Rp 15 ribu per tahun! [525] url asal
Sebuah perumahan di Kota Augsburg, Jerman menawarkan rumah-rumah yang bisa disewa dengan tarif super murah. Penyewa hanya perlu membayar 0,88 sen Euro atau sekitar Rp 15 ribu (kurs Rp 17.085) saja per tahunnya.
Content creator Akasa Dinarga sempat mengunjungi perumahan tersebut beberapa beberapa waktu lalu. Ia mengatakan tempat itu merupakan sebuah perumahan sosial yang dibangun oleh pengusaha bernama Jakob Fugger yang berdiri pada 1521.
"Ada pengusaha kaya dari kota Augsburg ini. Dia mau buat perumahan sosial yang digunakan untuk orang yang beragama Katolik dan kurang mampu. Dan dia membuat aturan karena itu perumahannya dia kan. Dia bikin aturan ini tolong harga sewanya jangan dinaikin sampai akhir hayat," ujar Akasa kepada detikProperti belum lama ini.
Perumahan Sosial Fuggerei di Augsburg, Jerman Foto: Dok. Akasa Dinarga
Ia menuturkan harga, aturan, bahkan bentuk rumah tidak berubah selama lebih dari 500 tahun. Menurutnya, bentuk rumah tersebut terlihat sederhana dan masih mempertahankan arsitektur zaman dulu.
Terdapat 67 bangunan yang dihuni oleh 142 orang di perumahan ini. Dalam satu rumah bisa diisi oleh beberapa keluarga. Huniannya berbentuk rumah tapak sebagaimana bangunan zaman dulu.
Selain rumah, perumahan itu mempunyai gereja untuk warganya beribadah. Lalu, ada museum untuk menceritakan sejarah pemilik perumahan Fuggerei.
Kemudian, ada bunker yang dulu dipakai ketika Perang Dunia II. Sebab, kawasan itu sempat terancam dijatuhi bom.
Tak hanya itu, perumahan ini pun dilengkapi taman dengan pancuran air di dalamnya.
Gereja Perumahan Sosial Fuggerei di Augsburg, Jerman Foto: Dok. Akasa Dinarga
Meski perumahan tua, Akasa mengatakan bagian dalam rumah sudah mengikuti standar modern. Rumah sudah dilengkapi penghangat, internet, dan listrik. Tentunya, harga sewa sebesar Rp 15 ribu per tahun itu tidak termasuk biaya utilitas tersebut.
"Dia mau memberikan kebaikan kepada komunitas sebagai pengusaha yang kaya, sebagai penganut agama Katolik yang kuat. Dia ingin memberikan kekayaannya pada yang membutuhkan di kota itu," katanya.
Namun, tak sembarangan orang bisa menyewa rumah di perumahan sosial itu. Terdapat peraturan yang menentukan kriteria orang yang boleh tinggal di Fuggerei.
"Kriterianya adalah, satu, penganut agama Katolik. Kedua, asalnya harus dari kota Augsburg ini. Ketiga, memang membutuhkan rumah yang terjangkau, berarti mereka miskin. Yang keempat, mereka mau berdoa untuk keluarga Jakob Fugger ini, mereka harus ada ibadah sehari sampai tiga kali," ucap Akasa.
Dilansir dari situs resmi Fuggerei, kompleks ini merupakan perumahan sosial tertua di dunia. Perumahan tersebut atas nama Jakob Fugger bersama saudara laki-lakinya serta berdiri sejak 1521.
Keluarga Fugger sudah ada di Augsburg sejak 1367. Awalnya keluarga tersebut berdagang produk tenun selama tiga generasi. Mereka pun menjadi salah satu keluarga pedagang terkemuka di kota tersebut.
Berkat hubungannya dengan Habsburg, usaha Jakob Fugger merambah usaha ke bidang logam mulia hingga pembiayaan. Ia pun tercatat dalam sejarah sebagai pemodal paling sukses pada masanya.
Penerusnya, Anton memindahkan operasi perusahaan ke Spanyol. Perusahaan menghentikan kegiatannya di sana pada tahun 1650.
Dengan keuntungan dari perdagangan, tiga generasi Fugger memperoleh properti dan tanah yang luas. Dimulai dengan Anton Fugger, ini menjadi fondasi ekonomi dan sosial keluarga yang baru.
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini